Istilah “balita” sangat akrab di Indonesia, tapi di dokumen dan program WHO, istilah yang paling sering dipakai bukan “balita”, melainkan “children under five years of age” atau anak usia di bawah 5 tahun. Dari sini, inti definisinya jadi jelas: balita merujuk pada kelompok anak yang usianya belum mencapai 5 tahun, dan dalam praktik WHO sering dihitung lebih presisi memakai satuan bulan.
Apa yang dimaksud “balita” dalam konteks WHO
Di lingkungan WHO, “balita” biasanya dipahami sebagai padanan dari kelompok “anak di bawah 5 tahun”. Kelompok usia ini dipakai sebagai target penting karena masa 0 sampai sebelum 5 tahun adalah periode pertumbuhan paling cepat dan paling sensitif terhadap gizi, infeksi, serta kualitas pengasuhan.
Dalam banyak publikasi, WHO akan menulis “children under five years of age” saat membahas program kesehatan anak, pencegahan kematian, pelayanan penyakit umum pada anak, sampai intervensi gizi.
Patokan usia yang dipakai WHO, lebih sering dihitung per bulan
Biar tidak rancu, WHO punya rujukan yang sangat operasional lewat standar pertumbuhan anak. Pada laman “Child growth standards”, WHO menjelaskan adanya grafik pertumbuhan untuk anak laki laki dan perempuan hingga usia lima tahun, dengan keterangan sampai 60 bulan yang sudah lengkap. Artinya, patokan balita versi WHO mengarah ke usia sampai 60 bulan penuh.
Di sisi lain, rujukan yang sering dipakai untuk menjelaskan detail teknisnya menyebut rentang 0 sampai 59 bulan untuk standar pertumbuhan WHO, yang secara praktis setara dengan di bawah 5 tahun.
Kenapa kata “balita” jarang muncul di dokumen WHO
Karena “balita” adalah istilah lokal bahasa Indonesia. WHO bekerja lintas negara, jadi mereka memilih istilah yang universal, misalnya newborn, infant, young child, atau children under five. Jadi kalau Anda mencari kata “balita” di situs WHO, hasilnya bisa sedikit, tapi substansinya ada pada istilah under five.
Rentang usia balita kalau diurai lebih rinci
Walau judul besarnya di bawah 5 tahun, layanan kesehatan biasanya memecahnya lagi supaya penanganannya tepat. Pembagian ini membantu saat menyusun program, jadwal pemantauan, atau menentukan indikator.
Periode neonatal, dari lahir sampai 28 hari
WHO menyebut neonatal sebagai 28 hari pertama kehidupan. Periode ini sering dibahas terpisah karena risikonya tinggi dan kebutuhan layanannya sangat spesifik, mulai dari perawatan saat lahir sampai pencegahan infeksi pada hari hari awal.
Kalau memakai kacamata balita, neonatus tetap termasuk bagian awal dari kelompok di bawah 5 tahun, hanya saja perlakuannya biasanya dibedakan.
Bayi atau infant, tahun pertama kehidupan
Dalam banyak materi WHO, istilah infant dipakai saat membahas kebutuhan makan dan tumbuh kembang pada awal kehidupan. Contohnya, WHO menyinggung kebutuhan energi dan nutrisi bayi yang mulai melampaui ASI sekitar usia 6 bulan, sehingga makanan pendamping menjadi penting.
Poinnya, bayi tetap masuk kelompok balita, tapi kebutuhan gizi, pola tidur, dan risiko infeksinya punya ciri khas tersendiri.
Anak kecil setelah 1 tahun sampai menjelang 5 tahun
Secara praktik, usia 1 sampai sebelum 5 tahun adalah fase anak makin aktif, kemampuan bahasa berkembang cepat, dan pola makan berubah, termasuk fase pilih pilih makanan. Di dokumen global, fase ini sering disebut young children dalam kerangka program gizi dan kesehatan.
Kalau Anda menemukan istilah toddler, itu biasanya rujukan perkembangan anak yang umum dipakai di sumber lain, misalnya UNICEF menyebut toddler usia 1 sampai 3 tahun. Namun ini bukan label definisi formal WHO, jadi posisinya lebih sebagai istilah pendukung pemahaman.
Cara WHO memakai kelompok under five dalam indikator kesehatan dan gizi
Definisi usia itu bukan sekadar label, tapi dipakai langsung untuk menentukan siapa yang dihitung, diukur, dan menjadi sasaran intervensi.
Standar pertumbuhan dan pengukuran gizi
Dalam indikator gizi, WHO memakai kelompok anak usia di bawah 5 tahun sebagai basis utama untuk menilai stunting, wasting, overweight, dan underweight. WHO juga menautkan indikator ini pada standar pertumbuhan anak.
Itulah kenapa angka di bawah 5 tahun sering muncul di laporan gizi: karena kelompok ini paling sensitif dan paling bisa menunjukkan kondisi lingkungan, infeksi berulang, serta kecukupan asupan sejak awal kehidupan.
Program layanan penyakit anak, IMCI
WHO dan UNICEF juga punya strategi layanan yang sangat dikenal: IMCI Integrated Management of Childhood Illness. Dalam penjelasan resminya, IMCI menargetkan peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak di bawah lima tahun.
Di lapangan, IMCI memandu tenaga kesehatan menilai gejala, menentukan tingkat kegawatan, dan memberi tata laksana untuk penyakit umum pada anak, termasuk pada periode bayi baru lahir.
Kenapa patokan balita harus tegas, bukan kira kira
Perbedaan beberapa minggu atau beberapa bulan bisa mengubah kategori penilaian, rujukan standar pertumbuhan, sampai prioritas layanan. Karena itu, WHO cenderung nyaman memakai hitungan bulan untuk anak kecil.
Penting untuk pembacaan grafik pertumbuhan
Grafik pertumbuhan WHO dirancang untuk memantau anak sampai usia 5 tahun, dan rujukannya jelas sampai 60 bulan lengkap.
Kalau usia anak tidak dihitung tepat, pembacaan status gizi bisa meleset. Anak yang terlihat kurang bisa sebenarnya normal untuk usianya, atau sebaliknya, tampak normal tapi sebenarnya melambat bila usia dihitung benar.
Penting untuk sasaran program dan pelaporan
Banyak surveilans dan pelaporan gizi memakai kelompok under five. WHO sendiri menekankan indikator malnutrisi pada anak usia di bawah 5 tahun sebagai indikator utama pemantauan target gizi global.
Jadi, definisi usia yang konsisten membuat data antar daerah dan antar negara bisa dibandingkan dengan adil.
Pertanyaan yang sering muncul saat menulis definisi balita menurut WHO
Supaya tidak salah tulis di artikel, ini beberapa kebingungan yang paling sering terjadi di ruang redaksi, laporan posyandu, sampai naskah kebijakan.
Kalau anak sudah ulang tahun kelima, masih termasuk balita?
Dalam kerangka WHO, di bawah 5 tahun berarti belum mencapai 5 tahun. Rujukan alat WHO untuk grafik pertumbuhan menyebut sampai 60 bulan lengkap.
Jadi, setelah anak melewati 60 bulan lengkap, dia tidak lagi masuk kelompok under five, dan biasanya masuk kelompok usia anak yang lebih besar.
0 sampai 59 bulan itu sama dengan di bawah 5 tahun?
Secara praktik, iya. Banyak dokumen teknis merujuk 0 sampai 59 bulan untuk menggambarkan populasi di bawah 5 tahun karena 5 tahun penuh identik dengan 60 bulan.
Kalau Anda menulis untuk audiens umum, di bawah 5 tahun sudah cukup. Kalau menulis untuk kebutuhan data, tulis versi bulan agar tidak rancu.
Balita, batita, baduta: mana yang WHO pakai?
Batita dan baduta adalah istilah yang sering dipakai di Indonesia untuk memecah kelompok balita, misalnya bawah dua tahun. WHO sendiri lebih sering memakai istilah universal seperti infant, young child, atau children under five, lalu kebutuhan teknisnya dijelaskan lewat standar dan pedoman program.
Jadi, Anda boleh memakai batita atau baduta sebagai istilah lokal, tapi saat menyebut menurut WHO, sandarkan definisinya ke anak di bawah 5 tahun dengan patokan bulan yang konsisten
