Mengetahui Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization (WTO)

Pariwisata, siapa yang tidak suka topik yang satu ini? Berlibur ke tempat-tempat indah, mencoba kuliner khas, dan mengalami budaya baru merupakan pengalaman yang selalu dinanti-nantikan oleh banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa definisi pariwisata sebenarnya telah ditetapkan oleh World Tourism Organization (WTO)?

Menurut WTO, pariwisata dapat didefinisikan sebagai aktivitas orang yang bepergian ke luar tempat tinggalnya dan menginap di luar tempat tersebut untuk jangka waktu yang tidak lebih dari satu tahun demi aktivitas-aktivitas yang tidak terkait dengan pekerjaan ataupun pengarahan yang diberikan hanya pada lokasi yang dikunjungi.

Singkatnya, pariwisata menurut WTO dapat disebut sebagai perjalanan untuk rekreasi, liburan, atau bisnis, yang dilakukan oleh individu atau kelompok dan tidak melibatkan aktivitas pekerjaan. Definisi ini penting untuk memahami bagaimana industri pariwisata diatur dan dipromosikan secara global.

Jadi, apabila Anda berencana untuk berlibur atau merencanakan perjalanan wisata, ingatlah bahwa definisi pariwisata menurut WTO adalah tentang menjelajahi dunia tanpa beban pekerjaan dan menikmati momen-momen yang tak terlupakan di berbagai destinasi wisata. Semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami lebih jauh tentang konsep pariwisata menurut standar internasional. Selamat berpetualang!

Pengertian dan Definisi Pariwisata Menurut WTO

Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Organisasi Pariwisata Dunia (World Tourism Organization/WTO) mendefinisikan pariwisata sebagai aktivitas wisata yang melibatkan perjalanan jarak jauh, menginap dalam semalam atau lebih, dan tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari.

Pengertian Menurut Ahli Terkemuka

Berikut adalah 10 pengertian pariwisata menurut ahli terkemuka:

1. Robert McIntosh

Menurut Robert McIntosh, pariwisata adalah perjalanan dan tinggal di luar lingkungan rutin untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau lainnya.

2. Richard Butler

Menurut Richard Butler, pariwisata adalah suatu bentuk perjalanan oleh individu atau kelompok yang melakukan aktivitas rekreasi atau liburan dengan tujuan utama untuk menghilangkan stres dan mencapai kepuasan.

3. Pierre Bourdeau

Pierre Bourdeau menyatakan bahwa pariwisata adalah kegiatan yang melibatkan perjalanan jarak jauh dan sementara waktu ke tempat-tempat rekreasi, budaya, atau bisnis yang menarik minat orang.

Baca juga:  Definisi Editing Menurut Para Ahli

4. Mathieson dan Wall

Menurut Mathieson dan Wall, pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok di luar lingkungan normal mereka selama kurun waktu tertentu yang tujuannya untuk rekreasi, bisnis, atau keperluan lainnya.

5. Richard Sharpley

Richard Sharpley memandang pariwisata sebagai perjalanan yang melibatkan perubahan tempat dan waktu, di mana individu atau kelompok meninggalkan tempat asal mereka untuk sementara waktu dan melakukan aktivitas yang berbeda dengan tujuan rekreasi dan mencapai kepuasan.

6. Youell

Menurut Youell, pariwisata adalah perjalanan individu atau kelompok ke luar lingkungan normal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau keperluan lainnya, yang melibatkan tinggal semalam atau lebih.

7. Johan van Tonder

Johan van Tonder mendefinisikan pariwisata sebagai perjalanan jarak jauh oleh individu atau kelompok, yang melibatkan tinggal semalam atau lebih di tempat yang tidak biasa untuk kepuasan pribadi.

8. WTO

Menurut WTO, pariwisata melibatkan perjalanan jarak jauh, menginap dalam semalam atau lebih, dan tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Tujuan utama dari pariwisata adalah rekreasi, liburan, budaya, bisnis, dan keperluan lainnya.

9. Peter Mason

Peter Mason menyatakan bahwa pariwisata adalah perjalanan oleh individu atau kelompok ke luar lingkungan biasa mereka untuk tujuan bisnis, rekreasi, budaya, dan lainnya, yang melibatkan perjalanan jarak jauh dan tinggal semalam atau lebih.

10. Sebastian Filep

Menurut Sebastian Filep, pariwisata adalah perjalanan individu atau kelompok yang mencari pengalaman rekreasi dan kepuasan dari kunjungan mereka ke suatu tempat yang baru.

Kelebihan Definisi Pariwisata Menurut WTO

Berikut adalah 4 kelebihan definisi pariwisata menurut WTO:

1. Mengakomodasi Berbagai Jenis Wisata

Definisi pariwisata menurut WTO sangat inklusif dan mencakup berbagai jenis wisata, mulai dari rekreasi, liburan, budaya, bisnis, dan keperluan lainnya. Hal ini memungkinkan pengertian yang luas dalam menginterpretasikan pariwisata.

Baca juga:  Berikut adalah definisi sponsorship menurut para ahli

2. Fokus pada Perjalanan Jarak Jauh

Pengertian pariwisata menurut WTO menekankan perjalanan jarak jauh. Ini menjadi penting karena perjalanan jarak jauh sering melibatkan perubahan lingkungan dan aktivitas yang berbeda dari kehidupan sehari-hari. Hal ini membantu membedakan pariwisata dari perjalanan lokal atau sehari-hari.

3. Penginapan dalam Semalam atau Lebih

Definisi pariwisata menurut WTO mengharuskan kegiatan tersebut melibatkan penginapan dalam semalam atau lebih. Hal ini menandakan adanya perencanaan dan pengalaman yang lebih mendalam dalam mengunjungi suatu tempat dan mencurahkan waktu untuk mengeksplorasi destinasi pariwisata.

4. Tidak Terkait dengan Bisnis Sehari-hari

Pengertian pariwisata menurut WTO menekankan bahwa pariwisata tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Hal ini memastikan bahwa pengalaman pariwisata fokus pada rekreasi, liburan, dan kepuasan pribadi, bukan tujuan bisnis yang mungkin dimiliki oleh individu atau kelompok tersebut.

Kekurangan Definisi Pariwisata Menurut WTO

Berikut adalah 4 kekurangan definisi pariwisata menurut WTO:

1. Tidak Mencakup Perjalanan Lokal

Pengertian pariwisata menurut WTO hanya berkaitan dengan perjalanan jarak jauh dan tidak mencakup perjalanan lokal. Ini mengabaikan pentingnya pariwisata lokal dalam menggali dan mempromosikan daya tarik setempat serta memperoleh manfaat ekonomi dari wisatawan lokal.

2. Kurangnya Penjelasan tentang Aktivitas Pariwisata

Definisi pariwisata menurut WTO tidak memberikan penjelasan terperinci tentang jenis aktivitas yang terlibat dalam pariwisata. Hal ini membuat sulit untuk memahami aktivitas apa saja yang termasuk dalam kategori pariwisata.

3. Kurangnya Penekanan pada Kepuasan Wisatawan

Pengertian pariwisata menurut WTO lebih fokus pada perjalanan, perubahan lingkungan, dan penginapan dalam semalam atau lebih. Hal ini membuat penekanan pada kepuasan wisatawan menjadi kurang berarti dalam definisi tersebut.

4. Perubahan Pola Perjalanan

Definisi pariwisata menurut WTO tidak memperhitungkan perubahan pola perjalanan yang berkembang seiring waktu. Dalam era globalisasi dan teknologi informasi, pola perjalanan bisa menjadi lebih fleksibel dan beragam, namun definisi tersebut tidak mencerminkan hal ini.

Baca juga:  Definisi Cinta Menurut Ashley Montagu: Memahami Esensi Hubungan Manusia

FAQ tentang Definisi Pariwisata Menurut WTO

1. Apa yang dimaksud dengan perjalanan jarak jauh dalam definisi pariwisata menurut WTO?

Perjalanan jarak jauh dalam definisi pariwisata menurut WTO merujuk pada perjalanan yang melibatkan perubahan lingkungan dan keluar dari lingkungan rutin seseorang. Biasanya, ini melibatkan perjalanan antar negara atau antar wilayah yang jaraknya signifikan.

2. Mengapa pariwisata tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari?

Pariwisata tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari karena pariwisata bertujuan memberikan pengalaman rekreasi, liburan, dan kepuasan pribadi. Meningkatkan aktivitas bisnis sehari-hari dapat mengubah pengalaman menjadi lebih berfokus pada tujuan bisnis daripada tujuan rekreasi dan kepuasan pribadi.

3. Apakah pariwisata lokal termasuk dalam definisi pariwisata menurut WTO?

Tidak, pariwisata lokal tidak termasuk dalam definisi pariwisata menurut WTO. Definisi tersebut hanya berlaku untuk perjalanan jarak jauh dan tidak mencakup perjalanan lokal. Namun, pariwisata lokal memiliki peranan penting dalam mempromosikan pariwisata setempat dan mendapatkan manfaat ekonomi dari wisatawan lokal.

4. Mengapa penting untuk menginap dalam semalam atau lebih?

Meminta penginapan dalam semalam atau lebih dalam definisi pariwisata menurut WTO penting karena hal ini menunjukkan adanya perencanaan dan pengalaman yang mendalam dalam mengunjungi suatu tempat. Dengan menginap dalam semalam atau lebih, wisatawan memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi destinasi pariwisata dan lebih mendapatkan pemahaman tentang budaya dan lingkungan setempat.

Kesimpulan

Dalam pengertian pariwisata menurut WTO, pariwisata melibatkan perjalanan jarak jauh, menginap dalam semalam atau lebih, dan tidak terkait dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Definisi ini mencakup berbagai jenis wisata, seperti rekreasi, liburan, budaya, bisnis, dan keperluan lainnya. Meskipun demikian, definisi tersebut memiliki kekurangan dalam tidak mencakup perjalanan lokal, kurang menjelaskan aktivitas yang terlibat dalam pariwisata, kurang menekankan kepuasan wisatawan, dan tidak mengikutsertakan perubahan pola perjalanan yang berkembang. Namun, definisi ini masih menjadi referensi utama dalam memahami pariwisata secara umum.

Leave a Comment