Balanced Scorecard atau BSC adalah sebuah konsep manajemen kinerja yang tidak asing lagi di dunia bisnis. Menurut Robert S. Kaplan dan David P. Norton, para ahli yang mencetuskan konsep ini, BSC adalah sebuah metode strategis yang digunakan oleh organisasi untuk mengukur kinerja mereka dari berbagai aspek yang seimbang.

Menurut Kaplan dan Norton, Balanced Scorecard tidak hanya melihat kinerja keuangan sebuah perusahaan, tetapi juga aspek lain seperti pelanggan, proses internal, dan inovasi. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, sebuah organisasi dapat memastikan bahwa setiap bagian dari perusahaan berjalan seimbang dan mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan.

Para ahli lainnya, seperti Howard Rohm, juga menyatakan bahwa Balanced Scorecard adalah sebuah alat manajemen strategis yang dapat membantu organisasi untuk menghubungkan visi dan strategi jangka panjang dengan tindakan operasional sehari-hari. Dengan demikian, Balanced Scorecard bukan hanya sekedar alat pengukur kinerja, tetapi juga sebagai panduan untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

Dengan berbagai definisi dan interpretasi dari para ahli, jelaslah bahwa Balanced Scorecard merupakan sebuah konsep yang penting dalam dunia manajemen. Dengan menerapkan konsep ini dengan baik, sebuah organisasi dapat memastikan bahwa setiap langkah yang diambilnya selaras dengan tujuan strategis yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Restoran: Pengertian dari Perspektif Para Ahli

Definisi Balanced Scorecard menurut Para Ahli dengan Penjelasan Terperinci dan Lengkap

Balanced Scorecard (BSC) adalah rangkaian metrik yang digunakan oleh organisasi untuk mengukur kinerja mereka dalam mencapai tujuan strategis mereka. Konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Kaplan dan Norton pada tahun 1992 dan telah berkembang menjadi alat yang penting dalam manajemen kinerja bisnis.

Pengertian Balanced Scorecard menurut Para Ahli

  1. Robert S. Kaplan dan David P. Norton

    Menurut Kaplan dan Norton, Balanced Scorecard adalah alat pengukuran kinerja yang seimbang antara dimensi keuangan dan operasional. BSC menyediakan kerangka kerja untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai performa organisasi dari berbagai perspektif, termasuk keuangan, pelanggan, internal, dan pembelajaran/ pertumbuhan.

  2. Andy Neely dan Mike Bourne

    Menurut Neely dan Bourne, Balanced Scorecard adalah alat manajemen kinerja yang menyediakan pengukuran multidimensional untuk mengoptimalkan kinerja organisasi. BSC membantu organisasi dalam memahami hubungan sebab-akibat antara inisiatif strategis dan hasil yang diharapkan.

  3. Howard M. Karr

    Menurut Karr, Balanced Scorecard adalah alat pengukuran dan manajemen strategis yang menggabungkan pengukuran keuangan dan non-keuangan serta memberikan fokus pada pelanggan, operasi internal, inovasi dan pembelajaran, serta keuangan.

  4. Paul R. Niven

    Menurut Niven, Balanced Scorecard adalah alat yang efektif dalam mengubah strategi menjadi aksi. BSC membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengukur kinerja mereka berdasarkan perspektif yang seimbang.

  5. Antony Strange dan Granada Pulido

    Menurut Strange dan Pulido, Balanced Scorecard adalah alat pengukuran yang mendorong organisasi untuk mempertimbangkan berbagai aspek performa mereka dan menerapkan strategi yang seimbang untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.

  6. Ulrich Eigenmann dan Manfred Bornemann

    Menurut Eigenmann dan Bornemann, Balanced Scorecard adalah metode pengukuran kinerja yang menyajikan visi dan strategi organisasi dalam bentuk yang terstruktur dan terukur. BSC membantu memetakan strategi menjadi tujuan, inisiatif, dan indikator kinerja yang jelas.

  7. Carl F. Mela dan Fred M. Feinberg

    Menurut Mela dan Feinberg, Balanced Scorecard adalah alat yang membantu organisasi untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik mengenai performa mereka dan mengidentifikasi peluang perbaikan.

  8. Joe Knight dan Roger Thomas

    Menurut Knight dan Thomas, Balanced Scorecard adalah alat yang membantu organisasi dalam menghubungkan strategi dengan tindakan operasional dan memperbaiki komunikasi serta koordinasi di seluruh organisasi.

  9. Jerker Denrell dan Christina Fang

    Menurut Denrell dan Fang, Balanced Scorecard adalah metode yang membantu organisasi memahami dampak dari inisiatif dan kebijakan terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan.

  10. Richard W. Scapens dan Sten Jönsson

    Menurut Scapens dan Jönsson, Balanced Scorecard adalah alat yang membantu organisasi dalam mengkomunikasikan dan mengimplementasikan strategi mereka dengan cara yang terpadu dan terarah.

Baca juga:  Bayi Prematur Menurut WHO: Melihat Definisi dan Dampaknya

Kelebihan Balanced Scorecard menurut Para Ahli

  1. Tujuan Kinerja yang Jelas

    Balanced Scorecard memberikan tujuan kinerja yang jelas yang terkait dengan strategi organisasi. Hal ini memungkinkan organisasi untuk fokus pada faktor yang paling penting dalam mencapai kesuksesan jangka panjang.

  2. Pendekatan yang Seimbang

    Balanced Scorecard menggunakan pendekatan yang seimbang dalam mengukur kinerja organisasi. Pendekatan ini mencakup aspek finansial dan non-finansial, memungkinkan organisasi untuk memiliki pandangan yang holistik tentang performa mereka.

  3. Pengukuran Multidimensional

    Balance Scorecard memungkinkan organisasi untuk melakukan pengukuran multidimensional. Dengan mengukur kinerja organisasi dari berbagai perspektif, organisasi dapat memperoleh wawasan yang komprehensif dan mendalam tentang performa mereka.

  4. Komunikasi yang Lebih Baik

    Balanced Scorecard membantu meningkatkan komunikasi di dalam organisasi. Dengan tujuan kinerja yang jelas dan indikator kinerja yang terukur, organisasi dapat berkomunikasi dengan lebih efektif tentang tujuan strategis dan upaya yang dilakukan untuk mencapainya.

Kekurangan Balanced Scorecard menurut Para Ahli

  1. Kompleksitas Implementasi

    Implementasi Balanced Scorecard bisa sangat kompleks, terutama dalam organisasi yang besar. Proses pengumpulan data, pengaturan metrik, dan koordinasi antar departemen dapat menjadi tantangan yang signifikan.

  2. Ketergantungan pada Pengukuran Kuantitatif

    Balance Scorecard terutama berfokus pada pengukuran kuantitatif. Hal ini bisa mengabaikan aspek kualitatif yang juga penting dalam mengukur kinerja organisasi.

  3. Potensi Manipulasi Data

    Ketika organisasi sangat terfokus pada indikator kinerja tertentu, ada potensi manipulasi data untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Hal ini dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang salah atau tidak objektif.

  4. Tidak Fleksibel

    Balanced Scorecard mungkin tidak selalu fleksibel dalam mengakomodasi perubahan yang terjadi di dalam organisasi. Jika strategi atau tujuan berubah, BSC harus diperbarui secara menyeluruh untuk mencerminkan perubahan tersebut.

Baca juga:  Definisi Universitas Menurut Para Ahli: Institusi Pendidikan Tinggi yang Menjadi Tempat Berkembangnya Ilmu Pengetahuan

FAQ tentang Balanced Scorecard menurut Para Ahli

1. Apa yang dimaksud dengan Balanced Scorecard?

Balanced Scorecard adalah alat pengukuran kinerja yang seimbang antara dimensi keuangan dan operasional. Ia menyediakan pandangan yang komprehensif tentang performa organisasi dari berbagai perspektif.

2. Apa saja perspektif yang diperhatikan dalam Balanced Scorecard?

Balance Scorecard memperhatikan perspektif keuangan, pelanggan, internal, dan pembelajaran/ pertumbuhan organisasi.

3. Apa keuntungan penggunaan Balanced Scorecard?

Penggunaan Balanced Scorecard memungkinkan organisasi untuk memiliki tujuan kinerja yang jelas, pendekatan yang seimbang dalam mengukur kinerja, pengukuran multidimensional, dan komunikasi yang lebih baik di dalam organisasi.

4. Apa kelemahan penggunaan Balanced Scorecard?

Penggunaan Balanced Scorecard bisa menghadapi kompleksitas implementasi, ketergantungan pada pengukuran kuantitatif, potensi manipulasi data, dan keterbatasan fleksibilitas dalam mengakomodasi perubahan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Balanced Scorecard adalah alat yang efektif dalam pengukuran dan manajemen kinerja organisasi. Ia memberikan pandangan yang seimbang dan komprehensif tentang performa organisasi, memungkinkan organisasi untuk fokus pada tujuan kinerja yang jelas, dan mendapatkan wawasan yang mendalam tentang kinerja mereka. Namun, implementasinya bisa kompleks dan rentan terhadap manipulasi data, sehingga memerlukan perhatian dan koordinasi yang cermat. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan Balanced Scorecard, organisasi dapat menggunakan alat ini dengan bijak untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply