Selama ini, konsep belajar bagi banyak orang masih dianggap sebagai proses formal di dalam kelas-kelas sekolah. Namun, menurut para ahli, belajar jauh lebih luas dan kompleks daripada sekadar mengikuti pelajaran di bangku sekolah.

Menurut William James, seorang psikolog terkenal, belajar adalah “proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, atau nilai baru sebagai hasil pengalaman”. Artinya, belajar bukan hanya tentang menghafal fakta dan angka, tetapi juga melibatkan pemahaman, penerapan, dan refleksi atas informasi yang diterima.

Sementara itu, John Dewey, seorang filsuf pendidikan, mengatakan bahwa belajar adalah “proses aktif di mana seseorang membangun pengetahuan melalui pengalaman”. Menurut pandangan Dewey, belajar bukanlah hanya tentang menerima informasi dari luar, tetapi juga melibatkan eksplorasi, percobaan, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Dari kedua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses dinamis di mana seseorang aktif terlibat dalam memperoleh pengetahuan baru melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar bukanlah sekadar mengisi kepala dengan informasi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengolah dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pemahaman yang lebih luas tentang konsep belajar ini, diharapkan kita dapat lebih menghargai proses pembelajaran dan terus terbuka untuk merangkul pengetahuan baru yang dapat menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Pengertian Belajar Menurut Ahli

Belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, pemahaman, atau keterampilan melalui pendidikan, pengalaman, atau studi. Menurut ahli, belajar dapat didefinisikan dalam berbagai cara berdasarkan perspektif dan konteks yang berbeda. Berikut adalah 10 pengertian belajar menurut ahli terkemuka beserta penjelasan terperinci untuk masing-masingnya.

1. Pendidikan dan Psikologi: Edward Thorndike

Menurut Edward Thorndike, belajar adalah pengembangan hubungan antara stimulus dan respons yang timbul dari pengalaman sebelumnya. Belajar terjadi melalui asosiasi antara stimulus dan respons yang menghasilkan pembentukan perilaku yang bersifat baru atau diubah. Contoh sederhana dari teori ini adalah saat seseorang belajar menghubungkan bunyi bel dengan tanda untuk masuk kelas.

2. Skema Kognitif: Jean Piaget

Menurut Jean Piaget, belajar adalah proses penyesuaian skema kognitif di dalam pikiran kita untuk menginterpretasikan informasi baru yang diterima. Skema kognitif adalah struktur mental yang mengatur pengetahuan dan pemahaman kita tentang dunia. Saat kita belajar, kita menciptakan atau mengubah skema kognitif kita agar sesuai dengan informasi baru yang diperoleh. Contoh dari teori ini adalah saat seorang anak belajar mengenali warna dan bentuk benda-benda di sekitarnya.

Baca juga:  Pengertian Teori Belajar: Pilar Utama Kesuksesan Akademik

3. Perkembangan Pribadi: Carl Rogers

Menurut Carl Rogers, belajar adalah proses perkembangan pribadi yang melibatkan pencapaian potensi individu secara penuh. Belajar terjadi melalui pengalaman yang berarti dan autentik, di mana individu diberi kebebasan untuk mengikuti minat dan kebutuhan pribadi mereka. Proses ini mengarah pada penemuan diri yang lebih dalam dan pemenuhan diri yang lebih baik. Contoh dari teori ini adalah saat individu belajar untuk mengenal dan menerima diri mereka sendiri secara lebih baik.

4. Behaviorisme: B.F. Skinner

Menurut B.F. Skinner, belajar adalah perubahan perilaku yang dihasilkan oleh kondisi penguatan atau hukuman. Individu belajar melalui respons yang dihasilkan dari konsekuensi tindakan mereka. Penguatan positif akan meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku yang diinginkan, sedangkan hukuman akan mengurangi kemungkinan terjadinya perilaku yang tidak diinginkan. Contoh dari teori ini adalah saat seseorang belajar menggunakan tombol lift setelah mengetahui bahwa tombol itu akan membuka pintu lift.

5. Sosial dan Kognitif: Albert Bandura

Menurut Albert Bandura, belajar adalah hasil dari interaksi antara faktor kognitif, perilaku, dan lingkungan sosial. Teori ini menekankan pentingnya permodelan dan observasi dalam belajar. Individu belajar melalui contoh-contoh yang disajikan oleh figur otoritas atau peranserta lain dalam lingkungan sosial mereka. Contoh dari teori ini adalah saat anak belajar mengucapkan kata-kata baru setelah mendengar dan mengamati orang lain mengucapkannya.

6. Gestalt: Wolfgang Köhler

Menurut Wolfgang Köhler, belajar adalah proses penyelarasan, organisasi, dan interpretasi informasi yang diterima oleh otak. Belajar terjadi ketika individu membentuk insight atau pemahaman yang muncul secara tiba-tiba dan menyeluruh sebagai hasil dari proses pengolahan informasi di dalam otak. Contoh dari teori ini adalah saat seseorang tiba-tiba mendapatkan solusi untuk masalah yang rumit setelah berpikir selama beberapa waktu.

7. Psikologi Sosial: Lev Vygotsky

Menurut Lev Vygotsky, belajar adalah hasil dari interaksi sosial dan kerja sama dengan orang lain. Proses belajar terjadi melalui zona perkembangan aktual yang lebih tinggi, yang dicapai dengan bimbingan dan dukungan dari orang lain yang lebih kompeten. Contoh dari teori ini adalah saat seorang anak belajar menghitung dengan bantuan dan bimbingan dari seorang guru atau orang tua.

8. Linguistik: Noam Chomsky

Menurut Noam Chomsky, belajar adalah hasil dari kemampuan bawaan manusia untuk mengembangkan dan menggunakan bahasa. Belajar bahasa tidak hanya melibatkan pengaruh lingkungan, tetapi juga faktor genetik yang membentuk struktur dasar bahasa di dalam pikiran kita. Contoh dari teori ini adalah saat seorang anak secara alami belajar dan mengembangkan kemampuan berbahasa dengan sangat cepat sejak usia dini.

9. Menurut Ahli Neuroscience: Eric Kandel

Menurut Eric Kandel, belajar melibatkan proses neurobiologis yang melibatkan perubahan struktural dan fungsional di otak. Belajar terjadi melalui pengalaman yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan sinaptik di antara neuron-neuron di otak kita. Proses ini mengarah pada pembentukan atau perubahan jalur saraf yang terlibat dalam pemrosesan informasi. Contoh dari teori ini adalah saat seseorang belajar bermain instrumen musik dan otak mereka secara bertahap mengatur jalur saraf yang diperlukan untuk memainkannya dengan lancar.

Baca juga:  Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning: Menjelajahi Metode Inovatif Pembelajaran

10. Meta-kognisi: John Hattie

Menurut John Hattie, belajar melibatkan pemahaman diri tentang bagaimana kita belajar dan bagaimana mengontrol proses belajar itu sendiri. Meta-kognisi adalah kemampuan untuk merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi strategi belajar kita sendiri. Contoh dari teori ini adalah saat seseorang menyadari bahwa mereka lebih efektif dalam belajar dengan membuat catatan atau mengajarkan materi kepada orang lain.

Kelebihan Definisi Belajar Menurut Ahli

Berdasarkan definisi belajar menurut ahli, terdapat beberapa kelebihan yang bisa diidentifikasi. Kelebihan-kelebihan ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang berbagai aspek belajar dan memberikan dasar yang kuat untuk pendekatan pembelajaran yang efektif. Berikut adalah empat kelebihan definisi belajar menurut ahli dengan penjelasan terperinci dan lengkap.

1. Melibatkan proses mental

Seperti yang dijelaskan oleh para ahli seperti Jean Piaget dan Noam Chomsky, definisi belajar menekankan pentingnya proses mental di dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa belajar bukan hanya tentang menerima informasi secara pasif, tetapi juga melibatkan pemahaman, interpretasi, dan pemrosesan informasi yang mendalam. Dengan memahami proses mental ini, pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dapat dirancang untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.

2. Melibatkan pengalaman yang bermakna

Beberapa ahli, seperti Carl Rogers dan Lev Vygotsky, menekankan pentingnya pengalaman yang bermakna dan kontekstual dalam belajar. Ini berarti bahwa belajar lebih efektif ketika melibatkan situasi atau konteks yang relevan dengan kehidupan nyata individu. Pengalaman yang bermakna ini membantu individu membuat hubungan yang lebih kuat dengan materi yang dipelajari, sehingga memudahkan pemahaman dan pengingatan jangka panjang.

3. Berfokus pada perubahan perilaku

Definisi belajar oleh ahli seperti B.F. Skinner menekankan perubahan perilaku sebagai hasil dari pembelajaran. Ini berarti bahwa belajar harus mengarah pada perubahan dalam tindakan, respons, atau perilaku individu. Memahami ini memungkinkan penggunaan penguatan positif dan hukuman yang tepat dalam mendesain lingkungan pembelajaran yang efektif. Proses perubahan perilaku ini dapat terjadi melalui pemberian umpan balik yang konstruktif dan memberikan kesempatan untuk melatih dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari.

4. Mempertimbangkan aspek neurobiologis

Beberapa ahli, seperti Eric Kandel, menekankan keterkaitan antara belajar dan perubahan struktural dan fungsional di otak. Definisi belajar ini mengakui pentingnya pengetahuan tentang neurobiologi dalam mendesain pendekatan pembelajaran yang efektif. Dengan memperhatikan aspek neurobiologis, efek dari faktor-faktor seperti penguatan dan pengulangan dapat lebih dipahami dan dimanfaatkan dalam memfasilitasi belajar yang optimal.

Kekurangan Definisi Belajar Menurut Ahli

Walaupun definisi belajar menurut ahli memberikan pemahaman yang kaya tentang proses belajar, tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat juga beberapa kekurangan dalam pendekatan ini. Menyadari kekurangan-kekurangan ini penting untuk melengkapi pemahaman tentang belajar secara keseluruhan. Berikut adalah empat kekurangan definisi belajar menurut ahli dengan penjelasan terperinci dan lengkap.

1. Tidak memperhatikan faktor sosial

Beberapa definisi belajar, seperti yang dikemukakan oleh Wolfgang Köhler, mengabaikan peran faktor sosial dalam pembelajaran. Faktor sosial, seperti interaksi dengan sesama, pengaruh orang tua dan guru, dan pembelajaran kolaboratif, dapat memiliki dampak signifikan pada belajar individu. Tanpa memperhatikan faktor sosial ini, definisi belajar akan menjadi terlalu terfokus pada aspek individu dan mengabaikan kekuatan pembelajaran yang datang dari interaksi sosial.

Baca juga:  Definisi Teaching Menurut Para Ahli

2. Terlalu abstrak

Beberapa definisi belajar, seperti yang dikemukakan oleh ahli seperti Edward Thorndike dan B.F. Skinner, lebih terfokus pada aspek perilaku dan asosiasi. Definisi ini sangat abstrak dan mungkin sulit dipahami oleh individu yang tidak memiliki latar belakang dalam psikologi atau ilmu terkait. Ketika mendefinisikan belajar, penting untuk menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siapa pun yang membaca atau mengikuti proses pembelajaran.

3. Tidak mempertimbangkan faktor biologis

Bebberapa definisi belajar, seperti yang dikemukakan oleh Noam Chomsky dan Eric Kandel, cenderung mengabaikan peran faktor genetik atau biologis dalam pembelajaran. Faktor-faktor ini, seperti perbedaan dalam pemrosesan otak atau kemampuan belajar yang bawaan, dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam membentuk skema kognitif atau merespons stimulus. Memahami faktor-faktor biologis ini penting untuk memahami mengapa individu memiliki kecenderungan belajar yang berbeda-beda.

4. Terlalu tunggalistik

Setiap ahli memiliki pendekatan dan fokus yang berbeda dalam mendefinisikan belajar. Hal ini berarti bahwa definisi belajar yang diberikan mungkin terlalu tunggalistik dan terlalu terfokus pada satu aspek belajar saja. Belajar adalah proses yang kompleks dan multi-dimensional yang melibatkan interaksi antara berbagai faktor dan aspek. Penting untuk melihat berbagai perspektif dan menggabungkan elemen-elemen yang berbeda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik tentang belajar.

Frequently Asked Questions (FAQ) tentang Definisi Belajar Menurut Ahli

1. Apa itu definisi belajar menurut ahli?

Definisi belajar menurut ahli mengacu pada berbagai pandangan dan perspektif tentang proses belajar yang dikemukakan oleh para ahli di berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, pendidikan, dan neurosains.

2. Mengapa penting untuk memahami definisi belajar menurut ahli?

Memahami definisi belajar menurut ahli memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses belajar itu sendiri. Hal ini dapat membantu dalam merancang pendekatan pembelajaran yang efektif dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.

3. Mengapa ada perbedaan pendapat tentang definisi belajar?

Pendapat tentang definisi belajar bervariasi karena belajar adalah proses kompleks yang melibatkan berbagai faktor dan aspek. Para ahli memiliki latar belakang dan pendekatan yang berbeda dalam memahami belajar, sehingga menghasilkan berbagai definisi yang berbeda pula.

4. Bagaimana cara memilih definisi belajar yang tepat?

Tidak ada definisi belajar yang tepat atau salah karena definisi belajar juga dipengaruhi oleh konteks dan tujuan tertentu. Dalam memilih definisi belajar yang tepat, penting untuk mempertimbangkan konteks dan tujuan pembelajaran, serta memperhatikan keseluruhan pemahaman tentang belajar dari perspektif yang berbeda.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, telah dijelaskan pengertian belajar menurut ahli terkemuka dan berbagai aspek yang terkait dengan definisi belajar tersebut. Definisi-belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, pemahaman, atau keterampilan melalui pendidikan, pengalaman, atau studi. Beberapa definisi belajar yang dikemukakan oleh ahli dari berbagai disiplin ilmu termasuk pendidikan, psikologi, dan neurosains memberikan pemahaman yang kaya tentang berbagai aspek dan dimensi belajar. Namun, perlu diingat bahwa setiap definisi memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu yang perlu diperhatikan. Dengan memahami definisi belajar ini, kita dapat merancang pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan memfasilitasi perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang berkelanjutan.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *