Definisi Berita Menurut Para Ahli dan Cara Memahaminya di Lapangan

Definisi52 Views

Berita adalah napas utama media. Ia hadir setiap hari, mengisi ruang publik, membentuk opini, dan jadi rujukan banyak keputusan. Tapi “berita” bukan sekadar tulisan di portal atau tayangan di layar. Di balik satu naskah singkat, ada konsep, nilai, serta proses yang membuat sebuah informasi layak disebut berita. Karena itu, memahami definisi berita menurut para ahli penting, apalagi untuk pelajar, jurnalis pemula, pengelola media, sampai pembaca yang ingin lebih kritis.

Pengertian Berita Secara Umum

Secara sederhana, berita adalah informasi tentang peristiwa atau fakta yang dianggap penting dan menarik bagi khalayak, lalu disampaikan melalui media. Kata kuncinya ada pada “peristiwa atau fakta”, “kepentingan publik”, dan “disampaikan”. Informasi yang benar, tetapi tidak punya relevansi bagi publik luas, belum tentu diperlakukan sebagai berita. Begitu juga sebaliknya, sesuatu yang ramai dibicarakan belum tentu berita jika tidak berbasis fakta.

Dalam kerja jurnalistik, berita menuntut ketepatan dan tanggung jawab. Ia bukan ruang bebas untuk opini penulis. Opini boleh hadir, tetapi tempatnya berbeda, misalnya di rubrik kolom atau editorial, dan harus diberi label yang jelas agar pembaca tidak tertukar.

Definisi Berita Menurut Para Ahli

Banyak ahli komunikasi dan jurnalistik merumuskan definisi berita dari sudut yang berbeda. Ada yang menekankan unsur kebaruan, ada yang menekankan ketertarikan publik, ada juga yang menyoroti proses peliputan dan penyajian.

Berita Menurut Mitchel V. Charnley

Charnley dikenal lewat rumusannya yang sering dikutip dalam studi jurnalistik. Ia memandang berita sebagai laporan tentang peristiwa yang baru terjadi, yang menarik perhatian publik, dan dinilai penting. Dalam definisi ini, “baru” menjadi penanda utama, karena berita biasanya berangkat dari sesuatu yang aktual.

Namun di lapangan, “baru” tidak selalu berarti baru terjadi hari itu. Bisa juga baru diketahui publik, baru terungkap, atau baru berdampak. Misalnya, hasil audit yang baru diumumkan meski prosesnya sudah berjalan lama. Itu tetap bisa menjadi berita karena unsur kebaruannya ada pada informasi yang baru dibuka.

Berita Menurut William S. Maulsby

Maulsby menekankan berita sebagai informasi yang memiliki daya tarik bagi pembaca karena berkaitan dengan kehidupan mereka. Artinya, nilai berita tidak berdiri sendiri, melainkan terkait kebutuhan audiens. Peristiwa yang sama bisa jadi berita besar di satu daerah, tetapi biasa saja di daerah lain, karena tingkat kedekatannya berbeda.

Dalam sudut pandang ini, berita bukan hanya soal fakta, tetapi juga soal relevansi. Media perlu memahami siapa pembacanya, isu apa yang menyentuh mereka, dan informasi mana yang benar-benar mereka butuhkan untuk memahami situasi.

Berita Menurut Spencer

Spencer menyoroti berita sebagai kenyataan yang disampaikan dengan cara yang bisa dipahami publik. Penekanan ada pada penyampaian. Fakta yang valid tidak otomatis menjadi berita jika penyajiannya kacau, tidak lengkap, atau menyesatkan.

Di sinilah keterampilan jurnalistik berperan. Jurnalis tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga mengolahnya agar jelas, tidak menimbulkan tafsir liar, dan tidak menutupi konteks yang sebenarnya penting.

Berita Menurut Eric C. Hepwood

Hepwood sering dirujuk ketika membahas unsur “ketertarikan”. Ia memandang berita sebagai laporan pertama dari suatu kejadian penting yang menarik bagi publik. Kata “laporan pertama” menegaskan bahwa berita mengutamakan kebaruan, sedangkan “menarik” menegaskan bahwa berita punya daya tarik perhatian.

Dalam praktik media digital, konsep “laporan pertama” semakin terasa karena kecepatan menjadi kompetisi. Tetapi kecepatan tidak boleh mengorbankan verifikasi. Laporan pertama yang salah justru merusak kredibilitas media.

Berita Menurut Dja’far H. Assegaff

Assegaff, yang banyak dikutip dalam literatur jurnalistik Indonesia, memandang berita sebagai laporan tentang fakta atau ide yang aktual, menarik, dan penting bagi masyarakat. Menariknya, definisi ini memasukkan “ide” selain fakta peristiwa. Maksudnya, sesuatu seperti kebijakan, gagasan publik, hasil penelitian, atau pernyataan resmi bisa menjadi berita selama aktual, relevan, dan berdampak.

Dengan definisi ini, berita tidak dibatasi oleh kejadian fisik. Konferensi pers, rilis data ekonomi, pernyataan pejabat, hingga temuan ilmiah bisa menjadi berita karena ia membawa informasi penting.

Unsur Utama yang Membentuk Berita

Definisi para ahli sering bertemu pada unsur yang mirip. Unsur inilah yang membedakan berita dari sekadar cerita, rumor, atau opini.

Aktual dan Terbaru

Aktual berarti berkaitan dengan waktu kini. Publik mengonsumsi berita karena ingin tahu apa yang sedang terjadi. Namun aktual juga bisa berarti pembaruan dari isu lama yang kembali relevan. Misalnya, kasus lama yang baru memasuki tahap putusan, atau regulasi lama yang kini mulai diberlakukan.

Faktual dan Terverifikasi

Berita harus berangkat dari fakta. Fakta dalam jurnalistik tidak cukup “katanya”, tetapi harus bisa ditelusuri sumbernya. Di sinilah prinsip cek dan ricek berfungsi. Sumber bisa berupa saksi, dokumen, data, rekaman, pihak berwenang, atau ahli yang kompeten.

Verifikasi membuat berita berbeda dari konten viral. Konten viral sering menang di kecepatan sebaran, sedangkan berita menang di tanggung jawab informasi.

Penting untuk Publik

Penting berarti punya konsekuensi. Berita yang penting biasanya berkaitan dengan keselamatan, kebijakan, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, atau hal lain yang memengaruhi hidup banyak orang. Walaupun begitu, berita ringan tetap ada, misalnya hiburan atau gaya hidup, selama memenuhi standar faktual dan relevan.

Menarik Perhatian Pembaca

Menarik tidak sama dengan sensasional. Menarik bisa karena unik, dekat dengan pembaca, menimbulkan rasa ingin tahu, atau menyangkut tokoh tertentu. Tantangannya adalah membuat berita menarik tanpa mengorbankan akurasi. Judul boleh tajam, tetapi isi harus tetap jernih dan sesuai fakta.

Nilai Berita yang Sering Dipakai di Media

Dalam ruang redaksi, sebuah peristiwa dinilai dulu: apakah layak jadi berita, dan seberapa besar porsinya. Penilaian itu biasanya memakai nilai berita yang sudah dikenal dalam jurnalistik.

Kedekatan

Kedekatan bisa geografis atau emosional. Peristiwa di kota pembaca biasanya lebih menarik bagi mereka. Tetapi kedekatan emosional juga kuat, misalnya isu yang menyentuh kelompok tertentu, komunitas, atau profesi.

Tokoh

Publik figur sering menjadi pusat perhatian. Kegiatan tokoh politik, artis, atlet, atau pejabat bisa jadi berita karena banyak orang ingin tahu. Namun media tetap harus menjaga proporsi dan tidak menutup mata pada isu yang lebih penting tetapi kurang populer.

Konflik

Konflik menarik karena ada ketegangan, perbedaan kepentingan, atau perseteruan. Tetapi konflik juga rawan dibingkai berlebihan. Dalam jurnalistik yang sehat, konflik dilaporkan dengan konteks, bukan dipanaskan demi klik.

Dampak

Dampak menentukan bobot berita. Peristiwa kecil bisa jadi besar jika berdampak luas. Kenaikan tarif, perubahan aturan, gangguan layanan publik, atau kebijakan sekolah sering diprioritaskan karena menyentuh banyak orang.

Keunikan

Hal yang tidak biasa, langka, atau berbeda cenderung menarik perhatian. Keunikan membuat berita lebih mudah dibaca, tetapi tetap harus memenuhi syarat faktual.

Perbedaan Berita dengan Informasi Biasa dan Opini

Banyak orang menganggap semua informasi yang beredar adalah berita. Padahal tidak demikian. Berita berangkat dari fakta yang diverifikasi. Informasi biasa bisa berupa pengumuman, promosi, atau cerita personal yang tidak melalui standar verifikasi jurnalistik.

Sementara opini adalah penilaian atau pandangan. Opini boleh ditulis, tetapi harus jelas labelnya. Dalam berita, opini pihak terkait bisa dimuat sebagai kutipan, tetapi posisinya sebagai pernyataan narasumber, bukan kebenaran mutlak dari media.

Struktur Dasar Berita yang Umum Dipakai

Walau gaya penulisan tiap media bisa berbeda, berita umumnya punya struktur yang membantu pembaca memahami isi dengan cepat.

Lead sebagai Pembuka

Lead adalah paragraf awal yang memuat inti informasi. Biasanya menjawab pertanyaan paling penting dari peristiwa. Lead yang baik membuat pembaca mengerti arah berita tanpa harus membaca sampai akhir.

Tubuh Berita yang Menguatkan

Bagian ini berisi detail, data, latar belakang, kronologi, dan kutipan. Di sinilah berita menjadi lengkap. Kalau lead adalah ringkasan, tubuh berita adalah penjelasan yang membuat ringkasan itu berdiri kokoh.

Kutipan dan Konteks

Kutipan bukan pemanis. Kutipan memberi legitimasi dan menunjukkan dari mana informasi berasal. Tetapi kutipan harus ditempatkan dengan konteks agar tidak memelintir maksud narasumber.

Jenis Jenis Berita Berdasarkan Cara Penyajiannya

Berita tidak satu model. Ada beberapa jenis yang lazim dikenal dalam praktik jurnalistik.

Berita Langsung

Berita langsung fokus pada fakta utama, disajikan cepat, ringkas, dan jelas. Biasanya dipakai untuk peristiwa harian seperti kejadian kecelakaan, pengumuman resmi, atau rilis data.

Berita Mendalam

Berita mendalam membahas latar belakang, sebab, dan dampak dengan data lebih kaya. Ini bukan opini, tetapi investigasi kecil atau pendalaman yang membuat pembaca memahami akar persoalan.

Berita Feature

Feature memakai gaya penceritaan yang lebih hidup. Ia tetap berbasis fakta, tetapi memberi ruang pada sisi manusia, detail suasana, dan narasi yang lebih mengalir. Feature sering dipakai untuk laporan sosial, budaya, perjalanan, atau kisah inspiratif.

Cara Sederhana Memahami Definisi Berita di Era Digital

Di era media sosial, batas antara berita dan konten viral sering kabur. Cara paling aman adalah kembali ke prinsip definisi para ahli: apakah ini fakta, apakah diverifikasi, apakah ada sumber jelas, apakah relevan bagi publik, dan apakah disajikan bertanggung jawab.

Kalau sebuah informasi hanya berisi potongan video tanpa konteks, klaim sepihak tanpa data, atau judul heboh tanpa isi yang sepadan, kemungkinan itu bukan berita yang sehat. Media yang baik tidak hanya mengejar perhatian, tetapi juga menjaga akal sehat publik lewat informasi yang akurat dan jernih.