Cita cita selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Sejak kecil, kita sering ditanya mengenai definisi cita cita yang ingin dicapai di masa depan. Namun pertanyaan itu sebenarnya lebih dari sekadar basa basi karena cita cita mencerminkan gambaran masa depan seseorang, arah hidupnya, dan motivasi yang menggerakkan langkahnya. Dalam kajian akademik maupun pengembangan diri, cita cita dianggap sebagai faktor fundamental yang membentuk karakter dan kesuksesan seseorang. Para ahli sejak zaman dahulu hingga era modern telah memberikan berbagai definisi yang memperkaya pemahaman mengenai konsep cita cita.
Artikel ini membahas secara mendalam definisi cita cita menurut para ahli dari berbagai bidang, mulai dari psikologi, pendidikan, hingga filsafat. Dengan demikian pembaca bisa melihat bahwa cita cita bukan sekadar keinginan, tetapi tujuan hidup yang terstruktur, realistis, dan berorientasi pada capaian jangka panjang.
“Cita cita tidak hanya menunjukkan ke mana seseorang ingin pergi, tetapi juga menunjukkan siapa ia ingin menjadi.”
Memahami Konsep Cita Cita dalam Ilmu Pengetahuan
Sebelum membahas lebih jauh definisi para ahli, penting untuk memahami konsep dasar cita cita sebagai bagian dari perkembangan manusia. Dalam literatur ilmiah, cita cita berhubungan langsung dengan motivasi, identitas diri, serta perencanaan masa depan. Konsep ini kemudian berkembang menjadi landasan utama dalam teori perkembangan remaja dan orientasi karier modern.
Cita cita juga tidak muncul dengan sendirinya. Ia terbentuk melalui interaksi pengalaman, lingkungan keluarga, pendidikan, dan paparan seseorang terhadap berbagai profesi serta nilai nilai kehidupan. Oleh sebab itu para ahli menekankan bahwa cita cita harus dibangun dengan kesadaran, bukan sekadar ikut ikutan.
Definisi Cita Cita Menurut Para Ahli Psikologi
Para ahli psikologi memiliki fokus yang luas dalam menjelaskan cita cita. Mereka melihatnya sebagai bagian dari motivasi intrinsik dan kebutuhan aktualisasi diri.
Abraham Maslow
Dalam teori hierarki kebutuhan, Maslow menyatakan bahwa manusia mempunyai dorongan untuk mencapai aktualisasi diri. Aktualisasi ini diwujudkan melalui tujuan jangka panjang atau cita cita yang berfungsi sebagai puncak perjalanan hidup seseorang. Cita cita menjadi representasi diri ideal yang ingin dicapai oleh seseorang.
David McClelland
McClelland menjelaskan bahwa cita cita lahir dari kebutuhan akan pencapaian. Menurutnya, individu yang memiliki cita cita kuat biasanya memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi. Cita cita inilah yang menggerakkan seseorang untuk bekerja keras dan tahan banting terhadap rintangan.
Albert Bandura
Bandura memandang cita cita sebagai hasil dari keyakinan diri atau self efficacy. Jika seseorang merasa mampu, ia akan berani memiliki cita cita yang tinggi. Sebaliknya, orang yang tidak percaya diri akan cenderung membatasi tujuan hidupnya.
Definisi Cita Cita Menurut Ahli Pendidikan
Dalam dunia pendidikan, cita cita dianggap sebagai arah yang memberikan makna dalam proses belajar. Para tokoh pendidikan mengaitkan cita cita dengan perkembangan karakter dan kompetensi.
Ki Hajar Dewantara
Menurut Bapak Pendidikan Nasional ini, cita cita merupakan tujuan luhur yang hendak dicapai oleh seseorang melalui proses pendidikan. Cita cita memberikan semangat bagi peserta didik untuk terus belajar dan berkembang sesuai potensi mereka.
John Dewey
Filsuf sekaligus pendidik asal Amerika ini menilai bahwa cita cita adalah gambaran masa depan yang ingin diwujudkan melalui pengalaman belajar. Cita cita harus relevan dengan kebutuhan masyarakat agar individu memiliki peran yang berarti dalam hidupnya.
Maria Montessori
Montessori memandang bahwa cita cita anak berkembang alami berdasarkan minat dan bakat. Tugas pendidikan adalah memberikan ruang agar cita cita anak muncul secara bebas tanpa tekanan.
Definisi Cita Cita Menurut Ahli Sosial dan Filsuf
Tidak hanya ahli psikologi dan pendidikan, para filsuf dan sosiolog juga berbicara mengenai cita cita sebagai bagian dari eksistensi manusia.
Søren Kierkegaard
Filsuf eksistensial ini menyebut bahwa cita cita adalah komitmen personal terhadap makna hidup. Manusia tidak hidup hanya mengikuti arus, tetapi memilih dan mengejar sesuatu yang membuat hidupnya berarti.
Emile Durkheim
Sebagai sosiolog, Durkheim melihat cita cita sebagai tujuan sosial yang dipengaruhi norma, budaya, dan lingkungan masyarakat. Cita cita tidak pernah lepas dari nilai nilai yang dipelajari individu sejak kecil.
Aristoteles
Dalam etika Aristoteles, cita cita adalah tujuan akhir atau eudaimonia, yaitu hidup baik yang dicapai melalui kebajikan. Semua tindakan manusia pada akhirnya mengarah pada cita cita untuk mencapai kebaikan tertinggi.
Cita Cita Bukan Sekadar Impian, tetapi Tujuan yang Memiliki Struktur
Menurut para ahli modern, cita cita memiliki beberapa komponen penting agar dapat diwujudkan.
Tujuan yang jelas
Cita cita harus memiliki arah yang terukur. Misalnya ingin menjadi dokter, guru, atlet, pengusaha, atau peneliti.
Motivasi internal
Seseorang harus memiliki dorongan intrinsik agar cita citanya kuat dan tidak mudah goyah.
Rencana jangka panjang
Cita cita memerlukan strategi seperti pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja, dan disiplin diri.
Keyakinan akan kemampuan diri
Kepercayaan diri membantu seseorang bertahan menghadapi tantangan.
“Cita cita adalah kompas batin yang membuat seseorang tetap berjalan meski sering tersesat di tengah perjalanan.”
Faktor Faktor yang Membentuk Cita Cita Menurut Para Ahli
Para peneliti menyebut ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembentukan cita cita seseorang.
Lingkungan keluarga
Keluarga adalah faktor pertama yang membentuk cita cita. Orang tua yang suportif akan membuat anak berani bermimpi besar.
Pendidikan
Sekolah memberikan wawasan dan keterampilan yang memengaruhi terbentuknya cita cita.
Pergaulan
Teman sebaya dapat menentukan arah minat seseorang melalui interaksi dan kegiatan sehari hari.
Media dan teknologi
Konten digital, informasi profesi, hingga influencer dunia kerja sangat mempengaruhi arah cita cita generasi modern.
Pengalaman pribadi
Pengalaman sukses atau kegagalan berperan besar dalam menentukan cita cita masa depan.
Manfaat Memiliki Cita Cita Menurut Para Ahli
Cita cita memberi dampak positif yang signifikan dalam perkembangan psikologis, akademik, dan sosial.
Meningkatkan disiplin dan fokus
Orang yang memiliki cita cita cenderung lebih fokus dalam belajar dan bekerja.
Menguatkan ketahanan mental
Cita cita membuat seseorang mampu bertahan dalam menghadapi tekanan hidup.
Membangun karakter kuat
Cita cita mengajarkan kesabaran, keteguhan, kerja keras, dan optimisme.
Meningkatkan kualitas hidup
Tujuan hidup yang jelas membuat seseorang lebih terarah dan tidak mudah kehilangan motivasi.
Perbedaan Cita Cita, Impian, dan Target Menurut Para Pakar
Banyak orang menyamakan ketiganya, padahal para ahli memberikan batasan yang berbeda.
Cita cita
Tujuan jangka panjang yang melibatkan identitas diri dan nilai kehidupan.
Impian
Gambaran keinginan yang belum tentu dijalankan dengan strategi.
Target
Langkah konkrit dan terukur untuk mencapai cita cita.
Para ahli menegaskan bahwa cita cita membutuhkan target yang jelas agar bisa diwujudkan.
Contoh Cita Cita dalam Kehidupan Modern
Agar pembaca lebih mudah memahami, berikut beberapa contoh cita cita yang umum namun semakin berkembang dalam era digital dan teknologi.
Bidang pendidikan
Menjadi guru inspiratif yang mampu membawa perubahan bagi daerah terpencil.
Bidang teknologi
Menjadi programmer, data analyst, hingga pengembang artificial intelligence yang memberi solusi bagi masyarakat.
Bidang bisnis
Membangun perusahaan rintisan yang bermanfaat dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Bidang kesehatan
Menjadi dokter spesialis, tenaga medis, atau peneliti yang menemukan inovasi baru.
Bidang kreatif
Menjadi desainer, seniman digital, atau konten kreator profesional.
Setiap cita cita dapat menjadi mulia selama dilakukan dengan niat baik dan usaha yang sungguh sungguh.
Relevansi Definisi Cita Cita Menurut Para Ahli di Tahun 2026
Perkembangan dunia yang semakin cepat membuat generasi modern membutuhkan pemahaman lebih serius tentang cita cita. Para ahli menilai bahwa seseorang tanpa cita cita akan lebih mudah tersesat dalam perubahan teknologi, persaingan global, dan tekanan sosial.
Di tahun 2026, cita cita tidak hanya terkait satu profesi, tetapi juga keterampilan baru seperti literasi digital, adaptasi teknologi, kemampuan komunikasi, dan kreativitas.
“Cita cita yang realistis dan terencana adalah bekal utama agar seseorang mampu bertahan di tengah dunia yang terus berubah.”
