Ada yang bilang zaman sekarang ini semakin canggih, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari adalah e-learning. Tapi, apa sih sebenarnya definisi e-learning menurut para ahli?

Menurut Prof. Dr. Ani Widyati M.Pd dari Universitas Negeri Semarang, e-learning merupakan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan kata lain, siswa tidak perlu lagi hadir di kelas secara fisik, melainkan bisa belajar langsung dari gadget mereka.

Sementara itu, menurut Dr. Agus Setiawan M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia, e-learning juga bisa diartikan sebagai pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan internet sebagai media utama. Dengan adanya e-learning, siswa dapat mengakses materi pelajaran kapan saja dan di mana saja asalkan terhubung dengan jaringan internet.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa e-learning adalah solusi modern dalam dunia pendidikan yang memungkinkan siswa untuk belajar tanpa batas ruang dan waktu. Dengan begitu, siapapun dapat mengakses ilmu pengetahuan tanpa terkendala oleh jarak dan lokasi. Selamat menyelami dunia baru e-learning!

Pengertian e-learning menurut para ahli

E-learning, atau pembelajaran elektronik, adalah metode pembelajaran yang menggunakan teknologi digital seperti komputer, internet, dan perangkat mobile untuk memberikan informasi, keterampilan, atau pengetahuan kepada individu atau kelompok secara fleksibel dan interaktif. E-learning dapat dilakukan secara mandiri atau dalam bentuk kelas virtual yang dipandu oleh seorang instruktur. Berikut ini adalah pengertian e-learning menurut para ahli dengan penjelasan terperinci dan lengkap:

Baca juga:  Pengertian Belajar Secara Umum: Pintu Masuk ke Dunia Pengetahuan yang Luas

1. Michael Grahame Moore

Menurut Michael Grahame Moore, e-learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran di mana hubungan antara peserta didik dan instruktur terjadi secara elektronik dan media digital digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. E-learning memungkinkan pembelajaran yang terjadi di tempat dan waktu yang berbeda, serta memberikan akses yang lebih fleksibel bagi peserta didik.

2. David Jonassen

David Jonassen mendefinisikan e-learning sebagai sebuah metode pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku peserta didik. E-learning dapat memanfaatkan berbagai media, seperti audio, video, dan simulasi, untuk memfasilitasi pembelajaran yang aktif dan interaktif.

3. Richard E. Clark

Menurut Richard E. Clark, e-learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik. E-learning cenderung efektif jika digunakan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

4. Alfred Rovai

Alfred Rovai mendefinisikan e-learning sebagai sebuah proses pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer dan internet untuk menghantarkan materi pembelajaran kepada peserta didik. E-learning dapat memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu dan tempat pembelajaran, sehingga memungkinkan pelajar untuk belajar sesuai dengan kebutuhan mereka.

5. Terry Anderson dan Jon Dron

Terry Anderson dan Jon Dron menyebut e-learning sebagai sebuah sistem pembelajaran yang menggunakan teknologi internet untuk mengirimkan bahan pembelajaran dan memfasilitasi interaksi antara peserta didik dan instruktur. E-learning dapat digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan formal hingga pelatihan kerja.

6. Charles M. Reigeluth

Charles M. Reigeluth mengartikan e-learning sebagai sebuah bentuk pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer untuk menyampaikan konten pembelajaran. E-learning dapat memberikan pengalaman belajar yang kaya dan terstruktur melalui penggunaan multimedia dan lingkungan simulasi.

7. Gavriel Salomon

Gavriel Salomon mendefinisikan e-learning sebagai sebuah metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komputer untuk menghantarkan materi pembelajaran ke peserta didik dalam bentuk multimedia yang interaktif. E-learning dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan efektif.

Baca juga:  Pengertian Lembaga Bimbingan Belajar: Segala yang Perlu Anda Ketahui

8. Jay Cross

Jay Cross menyebut e-learning sebagai sebuah proses pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer dan internet untuk memberikan pembelajaran yang adaptif dan personal. E-learning dapat menyampaikan konten pembelajaran dengan cara yang paling efektif bagi setiap peserta didik.

9. Marc Rosenberg

Marc Rosenberg mendefinisikan e-learning sebagai sebuah metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komputer dan internet untuk menyampaikan pengetahuan, informasi, dan keterampilan melalui media elektronik. E-learning dapat memberikan akses yang fleksibel dan hemat biaya bagi peserta didik.

10. Clark Aldrich

Clark Aldrich mengartikan e-learning sebagai sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan teknologi komputer untuk menyampaikan konten pembelajaran yang interaktif dan kuat. E-learning dapat memberikan pengalaman belajar yang memotivasi dan mendorong keterlibatan peserta didik.

Kelebihan definisi e-learning menurut para ahli

Berikut ini adalah beberapa kelebihan definisi e-learning menurut para ahli:

1. Fleksibilitas waktu dan tempat

E-learning memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini memungkinkan fleksibilitas yang tinggi dan memungkinkan individu untuk mengatur jadwal belajar mereka sendiri.

2. Akses global

E-learning memungkinkan peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran dari mana saja di dunia, asalkan terhubung dengan internet. Hal ini membuka peluang belajar yang lebih luas dan memungkinkan kolaborasi antara individu dari berbagai negara dan budaya.

3. Beragam media pembelajaran

E-learning menggunakan berbagai media seperti audio, video, dan simulasi untuk menyampaikan konten pembelajaran. Hal ini membantu meningkatkan keterlibatan peserta didik dan memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.

4. Biaya yang lebih efisien

E-learning dapat mengurangi biaya perjalanan dan akomodasi yang biasanya terkait dengan pembelajaran konvensional. Selain itu, e-learning juga dapat mengurangi biaya pembuatan dan distribusi materi pembelajaran, sehingga lebih efisien dalam jangka panjang.

Kekurangan definisi e-learning menurut para ahli

Berikut ini adalah beberapa kekurangan definisi e-learning menurut para ahli:

Baca juga:  Pengertian Perencanaan Pembelajaran: Mengoptimalkan Proses Pembelajaran yang Efektif

1. Keterbatasan interaksi sosial

E-learning cenderung mengurangi interaksi sosial antara peserta didik dan instruktur atau sesama peserta didik. Hal ini dapat mengurangi pengalaman belajar yang kaya dan menghalangi pembentukan hubungan antara individu.

2. Ketergantungan pada teknologi

E-learning membutuhkan akses yang stabil ke internet dan perangkat yang kompatibel untuk dapat berjalan dengan baik. Ketergantungan pada teknologi ini dapat menjadi kendala bagi mereka yang tidak memiliki akses atau pemahaman yang memadai terhadap teknologi.

3. Keterbatasan dukungan instruksional

E-learning dapat membutuhkan lebih banyak usaha dari instruktur untuk memberikan dukungan dan umpan balik kepada peserta didik. Keterbatasan interaksi langsung dapat membuat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran menjadi lebih sulit.

4. Tantangan dalam motivasi diri

E-learning membutuhkan kedisiplinan diri yang tinggi dan motivasi intrinsik untuk terus belajar secara mandiri. Bagi beberapa individu, tantangan ini dapat menghambat motivasi dan keterlibatan yang optimal dalam proses pembelajaran.

FAQ tentang definisi e-learning menurut para ahli

1. Apa saja media yang digunakan dalam e-learning?

Dalam e-learning, media yang digunakan dapat berupa audio, video, simulasi, teks, dan multimedia interaktif.

2. Apakah e-learning hanya dapat dilakukan secara mandiri?

Tidak, e-learning dapat dilakukan secara mandiri atau melalui kelas virtual yang dipandu oleh seorang instruktur.

3. Apa keuntungan e-learning dibandingkan pembelajaran konvensional?

E-learning memberikan fleksibilitas waktu dan tempat, akses global, beragam media pembelajaran, dan biaya yang lebih efisien dibandingkan pembelajaran konvensional.

4. Apa saja kendala yang mungkin dihadapi dalam e-learning?

Kendala yang mungkin dihadapi dalam e-learning antara lain keterbatasan interaksi sosial, ketergantungan pada teknologi, keterbatasan dukungan instruksional, dan tantangan dalam motivasi diri.

Dalam kesimpulan, e-learning adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan teknologi digital untuk memberikan informasi, keterampilan, atau pengetahuan kepada individu atau kelompok secara fleksibel dan interaktif. Pengertian e-learning menurut para ahli mencakup berbagai aspek, mulai dari hubungan antara peserta didik dan instruktur, penggunaan teknologi komputer, dan karakteristik pembelajaran yang terjadi.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply