Pariwisata, siapa sih yang tak mengenal istilah ini? Seakan menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia modern. Namun, apakah kita benar-benar paham apa sebenarnya pariwisata itu? Menurut World Tourism Organization (UNWTO), pariwisata didefinisikan sebagai perjalanan non-permanen dan sementara ke destinasi luar tempat tinggal utama, untuk tujuan rekreasi, liburan, bisnis, atau kunjungan lainnya. Jadi, jangan ragu lagi untuk merencanakan petualanganmu ke berbagai destinasi menarik di dunia!

Pengertian Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization

Pariwisata adalah suatu fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan pergerakan orang ke tempat-tempat yang berada di luar tempat tinggal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Menurut World Tourism Organization (WTO), pariwisata juga mencakup berbagai kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok selama mereka tinggal di tempat-tempat yang dikunjungi, termasuk akomodasi, makanan, belanja, dan berbagai kegiatan lainnya.

Pengertian Menurut Ahli Terkemuka Mengenai Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization

1. John Tribe

Menurut John Tribe, pariwisata adalah perjalanan ke tempat asing yang melibatkan sementara tinggal di tempat tersebut untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Pariwisata mencakup aktivitas yang dapat mempengaruhi perjalanan dan tinggal seseorang di tempat tujuan, serta melibatkan interaksi dengan budaya dan lingkungan yang dikunjungi.

2. Chris Cooper

Chris Cooper menggambarkan pariwisata sebagai perjalanan dan aktivitas yang dilakukan di luar tempat tinggal seseorang untuk tujuan rekreasi atau bisnis. Aktivitas pariwisata melibatkan pergerakan fisik ke tempat-tempat tujuan dan interaksi dengan lingkungan alam, budaya, dan sosial yang dikunjungi.

Baca juga:  Pengertian Teori Belajar Behavioristik: Dasar Penting dalam Pendidikan Modern

3. Swarbrooke dan Horner

Swarbrooke dan Horner mendefinisikan pariwisata sebagai perjalanan yang melibatkan perpindahan fisik seseorang ke tempat-tempat yang berbeda dari tempat tinggalnya untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata menurut mereka mencakup penggunaan layanan akomodasi, transportasi, dan fasilitas lainnya di tempat tujuan.

4. Jafar Jafari

Jafar Jafari menyatakan bahwa pariwisata melibatkan perpindahan sementara seseorang ke tempat lain dari tempat asalnya untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup interaksi dengan lingkungan fisik, sosial, dan budaya yang dikunjungi, serta proses persiapan perjalanan dan penentuan destinasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok.

5. Graham Dann

Graham Dann menggambarkan pariwisata sebagai perjalanan dan aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke tempat lain dari tempat tinggal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup interaksi dengan budaya, lingkungan fisik, dan infrastruktur yang ada di tempat tujuan.

6. Larry Dwyer

Larry Dwyer menjelaskan pariwisata sebagai perjalanan dan aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke tempat-tempat di luar tempat tinggal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup pengeluaran uang untuk akomodasi, transportasi, makanan, dan berbagai layanan lainnya di tempat tujuan.

7. Richard Butler

Richard Butler menggambarkan pariwisata sebagai perjalanan sementara yang melibatkan perubahan tempat tinggal seseorang untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup penggunaan fasilitas dan layanan di tempat tujuan, serta interaksi dengan lingkungan alam dan budaya yang dikunjungi.

8. David Airey

Menurut David Airey, pariwisata adalah perjalanan fisik yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke tempat-tempat yang berbeda dari tempat asal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup penggunaan berbagai layanan dan fasilitas di tempat tujuan, serta interaksi dengan budaya dan lingkungan yang dikunjungi.

9. Geoffrey Wall

Geoffrey Wall menjelaskan pariwisata sebagai perjalanan sementara yang melibatkan pergerakan orang ke tempat-tempat di luar tempat tinggal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata mencakup penggunaan akomodasi, transportasi, makanan, dan fasilitas lainnya di tempat tujuan, serta interaksi dengan budaya dan lingkungan yang ada.

Baca juga:  Epidemiologi: Pengertian Menurut WHO

10. Richard Sharpley

Menurut Richard Sharpley, pariwisata adalah perjalanan fisik yang dilakukan oleh individu atau kelompok ke tempat-tempat yang berbeda dari tempat tinggal mereka untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau pekerjaan. Aktivitas pariwisata juga mencakup interaksi dengan lingkungan fisik dan sosial yang dikunjungi, serta penggunaan layanan akomodasi, transportasi, dan fasilitas lainnya di tempat tujuan.

Kelebihan Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization

1. Universal

Definisi pariwisata menurut World Tourism Organization sangat luas dan merangkum semua bentuk perjalanan dan aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Tidak terbatas pada satu jenis perjalanan atau tujuan tertentu, definisi ini mencakup rekreasi, bisnis, dan pekerjaan sebagai tujuan utama pariwisata.

2. Komprehensif

Definisi tersebut juga mencakup berbagai aspek yang terkait dengan pariwisata, seperti akomodasi, makanan, belanja, dan berbagai kegiatan lainnya yang dilakukan selama tinggal di tempat tujuan. Dengan demikian, definisi ini memberikan gambaran yang lengkap tentang aktivitas pariwisata secara menyeluruh.

3. Fleksibel

Definisi pariwisata menurut World Tourism Organization tidak menetapkan batasan waktu atau jarak yang harus ditempuh. Ini berarti bahwa perjalanan dan aktivitas yang dilakukan dapat berlangsung dalam rentang waktu yang bervariasi, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional.

4. Berpusat pada Manusia

Definisi tersebut menempatkan manusia sebagai aktor utama dalam aktivitas pariwisata. Dalam konteks ini, pariwisata dianggap sebagai fenomena sosial yang melibatkan interaksi dengan budaya, lingkungan sosial, dan masyarakat yang dikunjungi. Pariwisata juga dianggap sebagai sumber penghasilan dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Kekurangan Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization

1. Terlalu Umum

Definisi pariwisata menurut World Tourism Organization terlalu umum dan mungkin tidak memberikan batasan yang jelas tentang apa yang termasuk dalam kategori pariwisata. Hal ini dapat mengakibatkan adanya perdebatan tentang apa yang seharusnya dianggap sebagai pariwisata dan apa yang bukan.

2. Tidak Memperhatikan Aspek Ekonomi

Definisi tersebut tidak secara eksplisit mengakui pentingnya aspek ekonomi dalam pariwisata. Meskipun definisi tersebut menyebutkan bahwa pariwisata melibatkan kegiatan bisnis dan pekerjaan, namun tidak menjelaskan secara rinci tentang dampak ekonomi yang dihasilkan oleh industri pariwisata.

3. Kurang Menekankan Aspek Lingkungan

Definisi pariwisata menurut World Tourism Organization tidak memberikan penekanan yang cukup pada aspek lingkungan yang terkait dengan pariwisata. Meskipun mencakup interaksi dengan lingkungan fisik, namun tidak ada penekanan yang eksplisit tentang perlindungan lingkungan dan pemeliharaan keberlanjutan dalam aktivitas pariwisata.

Baca juga:  Definisi Musik Tradisional Menurut Para Ahli

4. Tidak Menyebutkan Pengalaman Wisata

Definisi tersebut kurang memperhatikan aspek pengalaman wisata dalam pariwisata. Pengalaman wisata merupakan salah satu aspek penting dalam pariwisata, di mana individu atau kelompok mengalami sensasi dan emosi yang unik selama perjalanan dan tinggal di tempat tujuan wisata.

FAQ Tentang Definisi Pariwisata Menurut World Tourism Organization

1. Mengapa World Tourism Organization (WTO) begitu penting dalam definisi pariwisata?

World Tourism Organization (WTO) adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab untuk mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi global. Definisi pariwisata menurut WTO menjadi acuan bagi banyak negara dan lembaga terkait dalam mengembangkan kebijakan dan strategi pariwisata.

2. Mengapa definisi pariwisata perlu mencakup berbagai tujuan perjalanan?

Karena pariwisata melibatkan berbagai tujuan perjalanan, termasuk rekreasi, bisnis, dan pekerjaan. Mengabaikan salah satu tujuan tersebut akan menyebabkan definisi pariwisata menjadi terbatas dan tidak mencakup semua bentuk perjalanan yang dilakukan oleh individu atau kelompok.

3. Apa yang membedakan pariwisata dengan perjalanan biasa?

Pariwisata melibatkan pergerakan sementara ke tempat-tempat yang berbeda dari tempat tinggal individu atau kelompok. Selain itu, pariwisata juga mencakup berbagai kegiatan yang dilakukan selama tinggal di tempat tujuan, seperti akomodasi, makanan, belanja, dan berbagai aktifitas lainnya yang berbeda dari perjalanan biasa.

4. Apa dampak ekonomi yang dihasilkan oleh pariwisata?

Pariwisata memiliki dampak ekonomi yang signifikan dalam penghasilan dan lapangan kerja. Industri pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pariwisata. Pariwisata juga dapat berkontribusi pada devisa negara melalui pengeluaran wisatawan dari luar negeri.

Kesimpulan

Pariwisata adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan pergerakan dan tinggal sementara orang di tempat-tempat yang dikunjungi. Menurut definisi World Tourism Organization, pariwisata mencakup berbagai tujuan perjalanan, termasuk rekreasi, bisnis, dan pekerjaan. Definisi ini mencerminkan sifat universal, komprehensif, dan fleksibel pariwisata. Namun, definisi tersebut juga memiliki kekurangan, seperti ketidaktegasan dalam batasan definisi, kurangnya penekanan pada aspek ekonomi dan lingkungan, serta kurangnya pengakuan terhadap aspek pengalaman wisata. Dalam menggambarkan pariwisata, dapat dikatakan bahwa pariwisata adalah lebih dari sekadar perjalanan, tetapi juga tentang pengalaman, interaksi budaya, dan dampak ekonomi yang dihasilkan.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *