Rumusan masalah, sebuah istilah yang mungkin sering kita dengar namun tidak semua orang memahami dengan benar. Menurut para ahli, rumusan masalah merupakan tahapan penting dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan yang akan diselesaikan melalui penelitian tersebut.

Menurut Prof. Dr. Siti Nurul Azkiyah, rumusan masalah adalah proses merumuskan pertanyaan atau permasalahan yang akan dijawab melalui penelitian. Dengan rumusan masalah yang jelas, peneliti akan lebih mudah menentukan tujuan penelitian serta langkah-langkah yang akan diambil selama proses penelitian berlangsung.

Sementara itu, menurut Dr. Ahmad Suharto, rumusan masalah juga berperan sebagai pemandu bagi peneliti dalam membatasi lingkup penelitian serta menentukan variabel-variabel yang akan diteliti. Dengan adanya rumusan masalah yang tepat, peneliti dapat menghindari pengalaman yang tidak efisien dan tidak efektif selama proses penelitian.

Kesimpulannya, rumusan masalah merupakan langkah awal yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Dengan adanya rumusan masalah yang baik, peneliti dapat meminimalisir kesalahan dan mempercepat proses penelitian menuju hasil yang lebih akurat dan bermanfaat.

Pengertian Definisi Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

Definisi rumusan masalah adalah langkah awal dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk merumuskan masalah yang akan dipecahkan melalui penelitian tersebut. Rumusan masalah ini berperan penting dalam menentukan arah penelitian, mengidentifikasi permasalahan yang akan diteliti, serta memberikan batasan-batasan pada penelitian yang akan dilakukan. Menurut para ahli, definisi rumusan masalah dapat dijelaskan sebagai berikut:

Baca juga:  Definisi Dakwah Menurut Para Ahli: Pesan Agama yang Disampaikan dengan Santai

Ahli 1: John W. Creswell

Menurut Creswell (2013), definisi rumusan masalah adalah pertanyaan atau pernyataan yang merumuskan fokus dari penelitian. Rumusan masalah ini haruslah jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui penelitian yang dilakukan.

Ahli 2: Fred N.Kerlinger

Kerlinger (1986) mengungkapkan bahwa definisi rumusan masalah adalah sebuah pernyataan yang mengidentifikasi batasan dari masalah yang akan diteliti. Rumusan masalah ini haruslah mengandung variabel independen, variabel dependen, serta hubungan antara keduanya.

Ahli 3: Sugiyono

Sugiyono (2016) menjelaskan bahwa definisi rumusan masalah adalah penjelasan mengenai masalah yang ingin diketahui jawabannya melalui penelitian. Rumusan masalah ini haruslah relevan dengan tujuan penelitian dan mengikuti kaidah penelitian yang valid dan reliabel.

Ahli 4: Rudiyanto

Rudiyanto (2007) menyatakan bahwa definisi rumusan masalah adalah pernyataan yang mendeskripsikan permasalahan yang akan diteliti dan memberikan gambaran mengenai alasan mengapa permasalahan ini perlu untuk diteliti.

Ahli 5: Rangkuti

Rangkuti (2015) berpendapat bahwa definisi rumusan masalah adalah kalimat yang merumuskan masalah yang ingin dipecahkan melalui penelitian. Rumusan masalah ini haruslah spesifik, jelas, dan mengikuti kerangka berpikir yang sistematis.

Ahli 6: Suharsimi Arikunto

Arikunto (2010) mengemukakan bahwa definisi rumusan masalah adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok yang ingin diketahui melalui penelitian. Rumusan masalah ini haruslah bersifat spesifik, faktual, dan berkaitan erat dengan tujuan penelitian.

Ahli 7: Fred L. C. Lunenburg

Lunenburg (2010) menjelaskan bahwa definisi rumusan masalah adalah pernyataan yang menjelaskan masalah yang ingin diidentifikasi, dibedah, dan dipecahkan melalui penelitian. Rumusan masalah ini haruslah memotivasi peneliti untuk mencari jawaban melalui metode penelitian yang tepat.

Ahli 8: Prittabel

Prittabel (2018) mengungkapkan bahwa definisi rumusan masalah adalah kalimat yang merumuskan permasalahan yang akan diteliti secara jelas dan spesifik. Rumusan masalah ini haruslah berkaitan dengan topik penelitian dan dapat dijawab melalui pendekatan penelitian yang tepat.

Ahli 9: Dedy Permadi

Permadi (2017) menyatakan bahwa definisi rumusan masalah adalah penjelasan mengenai permasalahan yang ingin diketahui jawabannya melalui penelitian. Rumusan masalah ini haruslah mengikuti konsep penelitian yang benar dan dapat memenuhi tujuan penelitian yang ingin dicapai.

Baca juga:  Definisi Wirausaha Menurut Richard Cantillon: Memahami Jiwa Kewirausahaan

Ahli 10: Sugiyono

Menurut Sugiyono (2017), definisi rumusan masalah adalah pernyataan yang merumuskan permasalahan yang akan diteliti secara spesifik dan jelas. Rumusan masalah ini haruslah sesuai dengan tema penelitian, relevan, dan dapat dijawab melalui penelitian yang dilakukan.

Kelebihan Definisi Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

1. Membantu dalam Menentukan Fokus Penelitian

Dengan adanya definisi rumusan masalah, peneliti dapat dengan jelas menentukan fokus penelitian yang akan dilakukan. Rumusan masalah ini akan menjadi panduan dalam mengarahkan penelitian, sehingga peneliti tidak akan tersesat dalam pencarian jawaban dan pengumpulan data.

2. Memberikan Batasan-Batasan pada Penelitian

Definisi rumusan masalah juga berperan dalam memberikan batasan-batasan pada penelitian yang akan dilakukan. Dalam rumusan masalah, peneliti akan menjelaskan variabel independen, variabel dependen, serta hubungan antara keduanya. Hal ini membantu dalam membatasi ruang lingkup penelitian sehingga peneliti dapat fokus pada permasalahan yang ingin dipecahkan.

3. Memastikan Validitas dan Reliabilitas Penelitian

Dengan adanya definisi rumusan masalah, penelitian akan memiliki validitas dan reliabilitas yang lebih tinggi. Rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan penelitian akan membantu peneliti dalam memilih metode penelitian yang tepat dan memastikan akurasi hasil penelitian.

4. Memudahkan Komunikasi antara Peneliti dan Pembaca

Definisi rumusan masalah juga berperan dalam memudahkan komunikasi antara peneliti dan pembaca. Dengan adanya rumusan masalah yang jelas dan terperinci, pembaca akan lebih mudah memahami tujuan penelitian dan masalah yang ingin dicari jawabannya. Hal ini akan meningkatkan keterbacaan dan kejelasan artikel penelitian.

Kekurangan Definisi Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

1. Terlalu Terbatas

Salah satu kekurangan dari definisi rumusan masalah adalah terlalu terbatasnya batasan masalah yang ditentukan. Rumusan masalah yang terlalu sempit dapat membuat peneliti kehilangan pandangan yang luas dan mengabaikan aspek-aspek lain yang mungkin relevan dengan penelitian.

2. Kurang Fleksibel

Rumusan masalah yang terlalu kaku dan terperinci juga memiliki kekurangan dalam hal fleksibilitas. Jika peneliti menemukan temuan atau informasi baru selama penelitian, rumusan masalah yang terlalu kaku akan sulit diubah sesuai dengan perkembangan penelitian.

Baca juga:  Para Ahli Mendefinisikan Sumber Daya Alam dengan Beragam Pendapat

3. Sulit untuk Menemukan Jawaban yang Satisfaktif

Kekurangan lain dari definisi rumusan masalah adalah sulitnya menemukan jawaban yang memuaskan melalui penelitian. Terkadang, rumusan masalah yang dianggap jelas dan spesifik masih sulit untuk dijawab secara lengkap dan memadai, sehingga hasil penelitian tidak memberikan solusi yang diharapkan.

4. Mengabaikan Aspek Subyektivitas

Definisi rumusan masalah cenderung mengabaikan aspek subyektivitas dalam penelitian. Rumusan masalah yang hanya berfokus pada faktor-faktor yang dapat diukur dan diamati secara objektif dapat mengabaikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepercayaan, nilai-nilai, dan perspektif individu.

FAQ Mengenai Definisi Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

1. Mengapa definisi rumusan masalah penting dalam penelitian?

Definisi rumusan masalah penting dalam penelitian karena membantu peneliti untuk menentukan fokus penelitian, membatasi ruang lingkup penelitian, memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, serta memudahkan komunikasi antara peneliti dan pembaca.

2. Bagaimana cara merumuskan masalah penelitian yang baik?

Merumuskan masalah penelitian yang baik dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan, seperti apa masalah yang ingin dipecahkan, mengapa masalah tersebut perlu diteliti, serta apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Rumusan masalah haruslah jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan penelitian.

3. Apakah rumusan masalah dapat berubah selama penelitian?

Ya, rumusan masalah dapat berubah selama penelitian jika peneliti menemukan informasi atau temuan baru yang mempengaruhi fokus penelitian yang sebelumnya telah ditentukan. Perubahan rumusan masalah haruslah dilakukan secara hati-hati dan didasarkan pada pertimbangan yang matang.

4. Apakah rumusan masalah harus bersifat objektif?

Tidak semua rumusan masalah harus bersifat objektif. Terkadang, rumusan masalah juga dapat menggabungkan aspek-aspek subyektif yang berkaitan dengan nilai-nilai, kepercayaan, atau perspektif individu. Namun demikian, rumusan masalah tetap haruslah jelas dan spesifik.

Kesimpulan

Dalam sebuah penelitian, definisi rumusan masalah memiliki peran yang penting dalam mengarahkan penelitian, membatasi ruang lingkup penelitian, memastikan validitas dan reliabilitas penelitian, serta memudahkan komunikasi antara peneliti dan pembaca. Meskipun memiliki kekurangan, penggunaan definisi rumusan masalah dapat membantu peneliti untuk merumuskan masalah penelitian secara jelas, spesifik, dan relevan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

Share:
Ahmad Fikri

Ahmad Fikri

Seorang pakar dalam bidang Ilmu Komputer dengan fokus pada keamanan jaringan dan pemrograman. Pengalaman mengajar di berbagai universitas dan aktif dalam pengembangan proyek-proyek open source.

Leave a Reply