Definisi Selingkuh Menurut Psikologi Ketika Komitmen dan Emosi Mulai Retak Selingkuh selalu menjadi topik yang memancing emosi. Ada yang marah, ada yang terluka, ada yang penasaran, bahkan ada yang diam diam takut mengalaminya. Dalam kehidupan nyata, selingkuh tidak hanya terjadi dalam cerita film atau gosip selebritas. Ia hadir di sekitar kita, di kantor, di lingkungan pertemanan, bahkan di dalam rumah tangga yang tampak harmonis dari luar.
Namun di balik kata selingkuh yang sering dipahami secara sederhana sebagai hubungan terlarang, psikologi memandangnya dengan sudut yang lebih kompleks. Selingkuh bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga proses emosional, kognitif, dan relasional. Ada kebutuhan, konflik batin, ketidakpuasan, hingga mekanisme pertahanan diri yang terlibat di dalamnya.
Sebagai penulis portal berita yang kerap mengangkat isu hubungan, keluarga, dan kesehatan mental, saya melihat pembahasan selingkuh sering terjebak pada sensasi dan penghakiman. Padahal memahami definisi selingkuh menurut psikologi justru membantu kita melihat persoalan ini dengan lebih jernih dan manusiawi, tanpa membenarkan, tetapi juga tanpa menyederhanakan.
Mengapa Psikologi Perlu Mendefinisikan Selingkuh
Dalam pandangan umum, selingkuh sering didefinisikan sebagai menjalin hubungan romantis atau seksual dengan orang lain selain pasangan resmi. Namun psikologi melihat bahwa batas selingkuh tidak selalu sesederhana itu.
Ada hubungan emosional tanpa sentuhan fisik. Ada kedekatan intens di dunia digital. Ada keterikatan rahasia yang menggerus komitmen perlahan. Karena itu para psikolog merasa perlu mendefinisikan selingkuh dengan mempertimbangkan unsur emosi, komitmen, kepercayaan, dan batasan relasi.
Definisi ini penting agar kita memahami bahwa selingkuh bukan hanya soal tubuh, tetapi juga soal hati dan pikiran.
Selingkuh sebagai Pelanggaran Komitmen Relasional
Dalam psikologi hubungan, komitmen adalah fondasi utama pasangan. Komitmen berarti kesepakatan tidak tertulis untuk menjaga eksklusivitas emosional dan romantis.
Selingkuh didefinisikan sebagai pelanggaran terhadap komitmen tersebut. Ketika seseorang menjalin keterikatan rahasia yang seharusnya hanya dimiliki pasangan, maka terjadilah pengkhianatan relasional.
Definisi ini menekankan bahwa selingkuh bukan hanya tindakan, tetapi juga pelanggaran kepercayaan.
Definisi Selingkuh Menurut Psikologi Secara Umum
Secara umum dalam psikologi, selingkuh didefinisikan sebagai keterlibatan emosional atau seksual dengan pihak lain di luar hubungan utama yang disepakati, yang melanggar kepercayaan dan komitmen pasangan.
Definisi ini membuka ruang bahwa selingkuh bisa bersifat emosional, fisik, atau keduanya sekaligus.
Selingkuh Emosional dalam Kacamata Psikologi
Psikolog menyebut selingkuh emosional sebagai keterikatan perasaan yang intens dengan orang lain di luar pasangan, disertai rahasia, kedekatan batin, dan ketergantungan emosional.
Dalam banyak kasus, selingkuh emosional terjadi lebih dulu sebelum selingkuh fisik. Seseorang mulai berbagi cerita pribadi, keluh kesah, dan kebutuhan emosional kepada orang lain, bukan kepada pasangannya.
Dalam psikologi, ini dianggap bentuk pengalihan ikatan emosional yang seharusnya berada di dalam hubungan utama.
Selingkuh Fisik sebagai Bentuk Pelanggaran Nyata
Selingkuh fisik didefinisikan sebagai keterlibatan seksual dengan orang lain di luar pasangan resmi.
Dari sudut psikologi, selingkuh fisik bukan hanya dorongan biologis, tetapi juga ekspresi kebutuhan yang tidak terpenuhi, pencarian sensasi, atau cara melarikan diri dari konflik relasi.
Namun dampak psikologisnya terhadap pasangan sering kali sangat besar karena menyentuh rasa aman dan harga diri.
Selingkuh Digital dan Hubungan Virtual
Di era media sosial, psikologi juga mengenal bentuk selingkuh digital. Ini terjadi ketika seseorang menjalin hubungan romantis atau seksual secara daring dengan pihak lain tanpa sepengetahuan pasangan.
Chat rahasia, video call intim, hingga hubungan roleplay emosional termasuk dalam kategori ini. Walaupun tidak selalu melibatkan kontak fisik, dampak emosionalnya bisa sama kuatnya.
Psikologi memandang selingkuh digital sebagai bentuk pelanggaran batas relasional di dunia modern.
Definisi Selingkuh Menurut Teori Keterikatan
Dalam teori attachment, selingkuh sering dikaitkan dengan gaya keterikatan seseorang. Individu dengan attachment cemas cenderung mencari validasi di luar hubungan. Individu dengan attachment menghindar cenderung menjaga jarak emosional dari pasangan dan mencari kedekatan lain secara rahasia.
Dalam pandangan ini, selingkuh adalah manifestasi dari pola keterikatan yang tidak sehat sejak masa awal perkembangan emosi.
Definisi Selingkuh Menurut Psikologi Klinis
Psikologi klinis melihat selingkuh sebagai perilaku yang dapat muncul dari konflik internal, trauma masa lalu, rendahnya kontrol impuls, atau ketidakmampuan mengelola kebutuhan emosional.
Dalam beberapa kasus, selingkuh menjadi mekanisme pelarian dari stres, depresi, atau rasa hampa dalam hubungan.
Definisi ini membantu melihat bahwa selingkuh sering kali gejala, bukan hanya sebab.
Faktor Psikologis yang Mendorong Selingkuh
Psikologi mencatat beberapa faktor umum yang memicu selingkuh. Ketidakpuasan emosional. Kurangnya perhatian. Konflik yang tidak terselesaikan. Rasa bosan. Rendahnya harga diri. Dorongan mencari validasi. Peluang yang terbuka.
Faktor faktor ini tidak membenarkan selingkuh, tetapi menjelaskan mengapa perilaku tersebut bisa terjadi.
Selingkuh dan Distorsi Kognitif
Dalam psikologi kognitif, selingkuh sering didahului oleh distorsi pikiran. Misalnya pembenaran internal seperti merasa tidak dicintai, merasa berhak bahagia, atau menganggap pasangannya tidak akan mengerti.
Distorsi ini membuat seseorang merasionalisasi perilaku selingkuh sebelum melakukannya.
Selingkuh dan Krisis Identitas Diri
Pada sebagian orang, selingkuh muncul saat mengalami krisis identitas. Merasa tidak menarik lagi. Merasa hidup monoton. Merasa kehilangan jati diri.
Perhatian dari orang lain memberi ilusi bahwa diri mereka masih diinginkan. Dalam psikologi, ini disebut pencarian validasi eksternal.
Dampak Psikologis Selingkuh bagi Pasangan
Bagi pihak yang diselingkuhi, dampaknya sangat berat. Trauma kepercayaan. Rasa tidak aman. Overthinking. Gangguan kecemasan. Bahkan gejala depresi.
Psikologi menyebut pengalaman ini sebagai relational trauma karena melukai rasa aman paling mendasar dalam hubungan.
Dampak Psikologis bagi Pelaku Selingkuh
Menariknya, pelaku selingkuh tidak selalu merasa bebas. Banyak yang mengalami rasa bersalah, konflik batin, ketakutan ketahuan, hingga kecemasan kronis.
Dalam psikologi, ini disebut cognitive dissonance yaitu benturan antara nilai moral diri dan perilaku yang dilakukan.
Selingkuh dan Dinamika Kekuasaan Relasi
Dalam beberapa kasus, selingkuh berkaitan dengan dinamika kekuasaan dalam hubungan. Ada yang merasa dominan dan merasa bebas melanggar aturan. Ada yang takut ditinggalkan sehingga bertahan dalam hubungan tidak sehat.
Psikologi memandang selingkuh juga berkaitan dengan pola relasi yang timpang.
Selingkuh dalam Perspektif Terapi Pasangan
Dalam terapi pasangan, selingkuh tidak hanya dipandang sebagai akhir hubungan, tetapi sebagai sinyal adanya masalah mendasar yang perlu dihadapi.
Sebagian pasangan memilih berpisah. Sebagian memilih memperbaiki. Proses ini membutuhkan pemulihan kepercayaan, komunikasi jujur, dan pemahaman akar masalah.
Apakah Semua Orang Mendefinisikan Selingkuh Sama
Psikologi juga mengakui bahwa batas selingkuh bisa berbeda bagi setiap pasangan. Ada yang menganggap chatting intens sudah selingkuh. Ada yang baru menyebut selingkuh jika ada hubungan fisik.
Karena itu penting adanya kesepakatan batas relasi sejak awal hubungan.
Selingkuh dan Budaya Sosial
Pandangan tentang selingkuh juga dipengaruhi budaya. Ada masyarakat yang lebih permisif. Ada yang sangat ketat. Namun psikologi menegaskan bahwa dampak emosional pengkhianatan relatif universal.
Pandangan Pribadi tentang Selingkuh
“Saya melihat selingkuh bukan hanya soal dua orang yang melanggar janji, tetapi tentang luka kepercayaan yang mengubah cara seseorang memandang cinta dan dirinya sendiri.”
Pandangan ini membuat saya percaya bahwa membahas selingkuh perlu empati dan pemahaman psikologis, bukan sekadar penghakiman.
Selingkuh dan Proses Penyembuhan
Dalam psikologi, pemulihan setelah selingkuh membutuhkan waktu. Ada fase marah, sedih, bingung, lalu perlahan menerima.
Proses ini bisa terbantu dengan konseling, refleksi diri, dan komunikasi terbuka.
Makna Definisi Selingkuh Menurut Psikologi
Definisi selingkuh menurut psikologi menggambarkan selingkuh sebagai keterlibatan emosional atau seksual dengan pihak lain di luar hubungan utama yang melanggar komitmen dan kepercayaan pasangan, serta dipengaruhi oleh faktor emosi, kognisi, kebutuhan batin, dan dinamika relasi.
Ia bukan hanya tindakan fisik, tetapi proses psikologis kompleks yang menyentuh rasa aman, harga diri, dan identitas seseorang dalam hubungan.
Dan selama manusia masih membangun cinta, kepercayaan, harapan, serta rasa takut kehilangan, pembahasan tentang selingkuh akan selalu relevan sebagai cermin rapuhnya hati manusia sekaligus pengingat pentingnya kejujuran dan kesadaran emosional dalam setiap hubungan.






