Alquran, bagi umat Islam, bukanlah sekadar sehelai kertas berisi tulisan Arab yang dipercaya datang dari Tuhan. Alquran adalah kitab suci yang mengandung petunjuk hidup, pedoman moral, dan hukum yang harus diikuti oleh umat manusia. Menurut istilah, Alquran adalah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Kitab suci ini ditulis dalam bahasa Arab dan dianggap sebagai sumber utama ajaran Islam. Alquran juga disebut sebagai kalam Allah yang terakhir dan menjadi pegangan utama umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan nilai-nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya, Alquran menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Pengertian Definisi Al-Quran Menurut Istilah

Al-Quran merupakan kitab suci dalam agama Islam yang dianggap sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Al-Quran terdiri dari 114 surat yang terdiri dari ayat-ayat yang mengandung petunjuk hidup bagi umat manusia.

Makna Al-Quran

Secara harfiah, Al-Quran memiliki makna “bacaan” atau “pengumpulan”. Secara terminologi, Al-Quran merujuk kepada naskah Arab yang dibaca dengan mengikuti tata cara dan bacaan yang telah ditentukan. Al-Quran juga dipahami sebagai petunjuk yang memandu umat manusia dalam menjalani kehidupan serta sebagai sumber hukum dan aturan dalam agama Islam.

10 Pengertian Menurut Ahli Terkemuka Definisi Al-Quran Menurut Istilah

1. Muhammad Al-Ghazali

Menurut Muhammad Al-Ghazali, definisi Al-Quran adalah wahyu Allah dalam bentuk perkataan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan merupakan kitab yang menjadi sumber hukum dan petunjuk hidup bagi umat Islam.

Baca juga:  Mengupas Definisi Teologi Menurut Para Ahli: Dalam Pencarian Makna yang Mendalam

2. Ahmad Mustafa Al-Maraghi

Menurut Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Al-Quran adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk wahyu dari Allah yang meliputi hukum, petunjuk jalan yang lurus, peringatan serta pelajaran bagi umat manusia.

3. Muhammad Abduh

Menurut Muhammad Abduh, Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Quran ini mengandung petunjuk etika, akhlak, hukum, dan sejarah umat manusia.

4. Muhammad Asad

Menurut Muhammad Asad, Al-Quran adalah sebuah naskah yang memuat wahyu ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berisi petunjuk bagi umat manusia dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam hal keagamaan, sosial, politik, maupun ekonomi.

5. Fazlur Rahman

Menurut Fazlur Rahman, Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk moral dan spiritual bagi umat manusia serta mengandung prinsip-prinsip dasar Islam.

6. Sayyid Qutb

Menurut Sayyid Qutb, Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung aturan tentang bagaimana manusia harus hidup sesuai dengan kehendak dan perintah Allah. Al-Quran juga merupakan panduan hidup yang mencakup semua aspek kehidupan.

7. Tafsir Ibn Kathir

Menurut Tafsir Ibn Kathir, Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk hidup, sumber hukum dan aturan, serta penegasan kebenaran agama Islam.

8. M. Quraish Shihab

Menurut M. Quraish Shihab, Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang berisi petunjuk lengkap bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

9. Abdullah Yusuf Ali

Menurut Abdullah Yusuf Ali, Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berfungsi sebagai petunjuk jalan yang lurus dan kebenaran serta berisi ajaran moral yang mengarahkan kehidupan manusia menuju keselamatan akhirat.

Baca juga:  Pengertian Psikologi Olahraga Menurut Para Ahli

10. Hamka

Menurut Hamka, Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman hidup serta sumber hukum bagi umat Islam. Al-Quran juga berperan dalam membentuk kepribadian, moral, dan etika umat manusia.

Kelebihan Definisi Al-Quran Menurut Istilah

1. Petunjuk Hidup

Al-Quran merupakan petunjuk hidup yang lengkap bagi umat Muslim. Di dalamnya terdapat aturan dan pedoman untuk semua aspek kehidupan, mulai dari ibadah, akhlak, hukum, sosial, dan politik.

2. Kekuatan Spiritual

Definisi Al-Quran menurut istilah juga mengandung kekuatan spiritual yang dapat memberikan ketenangan, harapan, dan kekuatan batin bagi setiap individu yang membacanya. Al-Quran memberikan arah dan tujuan hidup yang jelas dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

3. Kesinambungan dan Keabadian

Al-Quran telah terjaga kesuciannya sejak diturunkan hingga saat ini. Meskipun telah berlalu lebih dari 1400 tahun, Al-Quran tetap memiliki kesinambungan dan keabadian dalam isinya. Keberadaan Al-Quran yang utuh dan terjaga dengan baik menjadi bukti kekuasaan dan keesaan Allah.

4. Sumber Hukum dan Aturan

Al-Quran juga berfungsi sebagai sumber hukum dan aturan bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk yang menjadi dasar hukum dalam menjalani kehidupan, baik dalam hal peribadatan, hubungan sosial, perkawinan, pembagian warisan, dan lain sebagainya.

Kekurangan Definisi Al-Quran Menurut Istilah

1. Terjemahan yang Tidak Sempurna

Salah satu kekurangan definisi Al-Quran menurut istilah adalah ketidakmampuan terjemahan untuk sepenuhnya menggambarkan keindahan dan kekayaan makna yang terdapat di dalam Al-Quran. Meskipun banyak terjemahan yang baik, tetapi tidak ada yang dapat sepenuhnya menggantikan bahasa asli Al-Quran.

2. Interpretasi yang Beragam

Al-Quran seringkali menjadi objek interpretasi yang beragam oleh para ahli dan ulama. Hal ini dapat menyebabkan munculnya perbedaan pendapat dan pemahaman yang dapat menimbulkan konflik dalam menjalankan ajaran agama.

3. Memerlukan Pengkajian Mendalam

Memahami dan menginterpretasikan Al-Quran dengan benar memerlukan pengkajian yang mendalam tentang bahasa Arab, sejarah, asbabun nuzul, serta konteks sosial dan politik pada saat wahyu diturunkan. Hal ini membutuhkan keterampilan dan pemahaman yang cukup tinggi dalam mempelajari Al-Quran.

Baca juga:  Definisi Balanced Scorecard Menurut Para Ahli

4. Tantangan dalam Pengamalan

Definisi Al-Quran menurut istilah seringkali dihadapkan pada tantangan dalam pengamalannya. Terkadang ada kesenjangan antara teori dan praktik, di mana meskipun seseorang mampu memahami Al-Quran secara teoritis, tetapi belum tentu mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan antara Al-Quran dengan hadis?

Al-Quran adalah kitab suci dan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, sedangkan hadis merupakan perkataan, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber tambahan bagi pemahaman dan aplikasi ajaran Islam.

2. Mengapa Al-Quran dikatakan sebagai kalamullah?

Al-Quran dikatakan sebagai kalamullah karena dianggap sebagai wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui proses pemikiran manusia. Al-Quran dianggap sebagai firman Allah yang memiliki nilai otoritas tertinggi dalam agama Islam.

3. Apakah Al-Quran hanya berlaku bagi umat Muslim saja?

Al-Quran diperuntukkan untuk seluruh umat manusia tanpa memandang agama atau kepercayaan. Meskipun mulanya diturunkan kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad SAW, tetapi pesan-pesan Al-Quran relevan dan berarti bagi seluruh umat manusia.

4. Apa pentingnya mempelajari Al-Quran secara mendalam?

Mempelajari Al-Quran secara mendalam penting karena melalui pemahaman yang mendalam, seseorang dapat menyerap hikmah, nilai-nilai moral, dan petunjuk hidup yang terkandung di dalam Al-Quran. Hal ini akan memperkaya iman, membentuk kepribadian yang baik, dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia.

Kesimpulan

Al-Quran merupakan kitab suci dan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Definisi Al-Quran menurut istilah terdiri dari pengertian-pengertian yang diberikan oleh ahli terkemuka dalam pemahaman agama Islam. Al-Quran memiliki kelebihan sebagai petunjuk hidup, kekuatan spiritual, kesinambungan dan keabadian, serta sebagai sumber hukum dan aturan. Namun, Al-Quran juga memiliki kekurangan seperti terjemahan yang tidak sempurna, interpretasi yang beragam, memerlukan pengkajian mendalam, dan tantangan dalam pengamalan. Penting bagi umat Muslim untuk mempelajari Al-Quran secara mendalam agar dapat memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *