Budaya, sebuah kata yang sering kita dengar tapi mungkin sulit untuk didefinisikan secara tepat. Menurut Selo Soemardjan, seorang ahli antropologi ternama dari Indonesia, budaya merujuk pada pola pikir, kepercayaan, adat-istiadat, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat.

Dalam pandangan Soemardjan, budaya bukan hanya tentang kesenian tradisional atau pakaian adat yang kita kenakan. Lebih dari itu, budaya mencakup cara berpikir, merasakan, dan bertindak yang turun-temurun diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Soemardjan, budaya juga merupakan identitas suatu bangsa atau kelompok masyarakat. Dengan memahami dan memelihara budaya, kita dapat membentuk jati diri yang kuat dan memperkuat rasa persatuan di tengah keragaman.

Jadi, melalui pemahaman mendalam tentang budaya, kita dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang kita. Sebuah pandangan yang membumi dan bernada santai namun tetap mengandung nilai-nilai yang mendalam.

Pengertian Definisi Budaya menurut Selo Soemardjan

Budaya adalah sebuah konsep yang kompleks dan multidimensional. Menurut Selo Soemardjan, budaya dapat didefinisikan sebagai suatu sistem gagasan, nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, praktik, dan pengetahuan yang diwariskan dan melibatkan interaksi antara individu dalam suatu kelompok atau masyarakat. Budaya juga mencakup segala jenis karya seni, bahasa, teknologi, ritus, dan institusi yang dikembangkan oleh manusia.

Baca juga:  Pengertian Upaya Menurut Para Ahli: Mengupas Arti Berbagai Pendapat

Pengertian-Pengertian Menurut Ahli Terkemuka

1. Clifford Geertz

Pengertian budaya menurut Clifford Geertz adalah suatu sistem makna yang dihasilkan oleh manusia dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya mempengaruhi cara pandang dan perilaku manusia dalam suatu masyarakat.

2. Edward Tylor

Edward Tylor mengartikan budaya sebagai keseluruhan gagasan, pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu masyarakat.

3. Bronislaw Malinowski

Menurut Bronislaw Malinowski, budaya adalah sistem perasaan, tindakan, dan ide-ide yang diterima dan dilakukan oleh individu dalam suatu kelompok sosial. Budaya juga memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan mengatasi kecemasan individu dalam masyarakat.

4. Levi-Strauss

Levi-Strauss berpendapat bahwa budaya adalah konsep abstrak yang mencakup struktur dan aturan-aturan yang mengatur perilaku manusia dalam suatu masyarakat.

5. Margaret Mead

Margaret Mead menyebut budaya sebagai pola-pola perilaku yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya meliputi tata nilai, norma sosial, dan cara hidup suatu kelompok masyarakat.

6. Robert Redfield

Robert Redfield mengartikan budaya sebagai sistem sosial yang melibatkan pola hubungan sosial antara individu-individu dalam suatu kelompok. Budaya juga mencakup sistem keyakinan, nilai-nilai, dan simbol-simbol yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

7. Franz Boas

Menurut Franz Boas, budaya adalah kumpulan pengetahuan, kebiasaan, dan pola-pola perilaku yang dipelajari dan diwariskan dari individu satu generasi ke generasi berikutnya.

8. Julian Steward

Julian Steward berpendapat bahwa budaya adalah pola adaptasi manusia terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Budaya juga mencakup gagasan-gagasan, nilai-nilai, dan teknologi yang dikembangkan oleh manusia.

9. Emile Durkheim

Menurut Emile Durkheim, budaya adalah seperangkat norma dan nilai-nilai yang diterima oleh individu dalam suatu masyarakat. Budaya juga mempengaruhi pembentukan kesadaran kolektif dan solidaritas sosial dalam kelompok masyarakat tersebut.

Baca juga:  Display Menurut Para Ahli: Mengungkap Misteri di Balik Layar

10. Max Weber

Max Weber mengartikan budaya sebagai sistem simbolik yang mencakup nilai-nilai, kepercayaan, dan cara pandang hidup yang berpengaruh dalam perilaku manusia.

Kelebihan Definisi Budaya menurut Selo Soemardjan

1. Komprehensif

Definisi budaya menurut Selo Soemardjan cukup komprehensif karena mencakup berbagai aspek budaya yang meliputi gagasan, nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, praktik, dan pengetahuan dalam suatu masyarakat.

2. Menekankan pada Interaksi Individu dalam Masyarakat

Definisi budaya Selo Soemardjan menekankan pentingnya interaksi antara individu dalam suatu kelompok atau masyarakat. Hal ini memberikan pemahaman bahwa budaya berkembang melalui interaksi sosial dan pengaruh antara individu.

3. Inklusif

Definisi budaya Selo Soemardjan mencakup segala jenis karya seni, bahasa, teknologi, ritus, dan institusi yang dikembangkan oleh manusia. Hal ini menunjukkan keseluruhan aspek budaya yang dapat dilihat dan dipelajari dalam suatu masyarakat.

4. Menekankan pada Warisan Budaya

Definisi budaya menurut Selo Soemardjan juga menekankan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini penting untuk menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas suatu kelompok atau masyarakat.

Kekurangan Definisi Budaya menurut Selo Soemardjan

1. Tidak Menjelaskan Peran Budaya dalam Perubahan Sosial

Definisi budaya menurut Selo Soemardjan tidak memberikan penjelasan yang mendalam mengenai peran budaya dalam perubahan sosial. Budaya juga dapat menjadi faktor pendorong perubahan dalam masyarakat.

2. Tidak Membedakan Antara Budaya Global dan Budaya Lokal

Definisi budaya menurut Selo Soemardjan tidak membedakan antara budaya global dan budaya lokal. Hal ini penting karena budaya global seringkali memiliki pengaruh yang signifikan terhadap budaya lokal, dan perlu diperhatikan dalam analisis budaya.

3. Tidak Menggambarkan Perbedaan Budaya antar Masyarakat

Definisi budaya Selo Soemardjan tidak memberikan gambaran yang rinci mengenai perbedaan budaya antar masyarakat. Setiap masyarakat memiliki budaya yang unik dan perlu diperhatikan dalam pemahaman budaya secara menyeluruh.

4. Tidak Membahas Konflik Budaya

Definisi budaya menurut Selo Soemardjan tidak membahas konflik budaya yang mungkin terjadi dalam suatu masyarakat. Konflik budaya dapat mempengaruhi hubungan antara individu dalam suatu kelompok atau masyarakat.

Baca juga:  Definisi Cinta Menurut Ashley Montagu: Memahami Esensi Hubungan Manusia

FAQ mengenai Definisi Budaya menurut Selo Soemardjan

1. Apa yang dimaksud dengan sistem gagasan dalam definisi budaya?

Sistem gagasan dalam definisi budaya mengacu pada ide-ide dan konsep-konsep yang diterima dan diwariskan dalam suatu masyarakat. Sistem gagasan ini melibatkan cara pandang, pemikiran, dan pemahaman individu mengenai dunia dan kehidupan sehari-hari.

2. Apa yang dimaksud dengan praktik dalam definisi budaya?

Praktik dalam definisi budaya mengacu pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam suatu kelompok atau masyarakat. Praktik budaya mencakup segala jenis kegiatan sehari-hari, seperti cara berkomunikasi, berpakaian, dan merayakan acara tertentu.

3. Mengapa warisan budaya penting dalam suatu masyarakat?

Warisan budaya merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat. Warisan budaya mencakup nilai-nilai, norma-norma, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui warisan budaya, suatu kelompok atau masyarakat dapat mempertahankan identitas mereka dan menjaga keberlanjutan kehidupan budaya tersebut.

4. Apakah budaya dapat berubah?

Ya, budaya dapat berubah seiring dengan waktu dan perubahan dalam masyarakat. Perubahan budaya dapat terjadi melalui interaksi sosial, perkembangan teknologi, serta pengaruh dari budaya luar. Namun, perubahan budaya juga dapat menimbulkan tantangan dan konflik dalam suatu masyarakat.

Dalam kesimpulan, definisi budaya menurut Selo Soemardjan mencakup aspek-aspek penting dalam pemahaman budaya. Budaya melibatkan sistem gagasan, nilai-nilai, norma-norma, praktik, dan pengetahuan dalam suatu kelompok atau masyarakat. Definisi ini juga diperkuat dengan pengertian dari ahli terkemuka tentang budaya, yang memberikan pandangan yang beragam mengenai konsep budaya. Meskipun demikian, definisi ini memiliki kekurangan dalam hal tidak menjelaskan peran budaya dalam perubahan sosial, tidak membedakan budaya global dan lokal, tidak menggambarkan perbedaan budaya antar masyarakat, serta tidak membahas konflik budaya. Oleh karena itu, pemahaman budaya yang holistik dan inklusif harus mengambil keseimbangan antara definisi budaya umum dan konteks masing-masing masyarakat.

Share:
Ryan Lesmono

Ryan Lesmono

Pengajar dan peneliti di bidang Ilmu Lingkungan dengan gelar Ph.D. dalam Ilmu Lingkungan. Memiliki minat khusus dalam keberlanjutan dan perubahan iklim serta aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *